Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

PT Phapros Tbk Tanggapi Pemberitaan Stok Obat Malaria di Timika Kosong

phapros tbk
phapros tbkFoto / MIMIKA
fajar Papua3 menit baca0 kali dibaca

Timika,fajarpapua.com

Perwakilan PT Phapros Tbk, satu-satunya produsen obat primaquine di Indonesia yang berkantor pusat di Semarang akhirnya memberi tanggapan resmi terkait  pemberitaan Fajar Papua Rabu (5/8) yang menyatakan stok obat malaria di Kabupaten Mimika bakal habis September 2020 akibat pasokan dari produsen terbatas.

Melalui rilis yang diterima Fajar Papua pada Rabu sore, Corporate Secretary PT Phapros Tbk, Zahmilia Akbar mengakui pandemi Covid 19 menyebabkan pasokan bahan baku obat malaria dari Cina dan India terhambat. Namun pihak PT Phapros terus berupaya agar kondisi demikian tidak mengganggu pelayanan kesehatan kepada masyarakat .

Berikut petikan langsung pernyataan pihak PT Phapros Tbk. “Terkait pemberitaan Fajar Papua tentang primaquine edisi 5 Agustus 2020 kami ingin menyampaikan beberapa hal. Pertama, menekankan bahwa pandemi Covid-19 saat ini telah melanda di seluruh belahan bumi. Dan harus diakui pandemi ini telah memporak-porandakan tatanan kehidupan manusia yang ada selama ini. Semua industri pasti terkena dampak termasuk sektor farmasi/obat-obatan.

Kedua, dalam hal pemenuhan kebutuhan bahan baku untuk industri farmasi di Indonesia saat ini hampir 95% masih impor. Hal ini tentunya berdampak kepada proses produksi obat-obatan di semua perusahaan di Indonesia.

Ketiga, negara-negara pemasok bahan baku obat diantaranya China, India, Jerman dan lainnya selama Pandemi Covid mengurangi bahkan menghentikan pasokan ekspor bahan baku obat ke luar negeri karena mengutamakan kebutuhan dalam negerinya sendiri.

Keempat, perusahaan farmasi Indonesia harus mampu mengatasi masalah ini dengan baik tanpa mengganggu pasok obat obatan untuk masyarakat.

Kelima, PT Phapros Tbk sebagai bagian dari industri farmasi di tanah air telah melakukan sejumlah langkah-langkah sebagai upaya adaptasi dengan kondisi pandemik ini. Strategi PT Phapros Tbk di era pandemic ini dilakukan secara komprehensif terkait dengan aspek bahan baku, produksi, finance, maupun produk.

Strategi yang sifatnya adaptif ini bertujuan, selain untuk mempertahankan kinerja PT Phapros Tbk, juga memastikan ketersediaan obat di masyarakat tetap terjaga. Karena hal ini merupakan tanggungjawab sebagai perusahaan obat-obatan.

Keenam, saat ini untuk produksi Primaquine di PT Phapros Tbk kami telah usahakan berjalan sesuai dengan jadwal meski sempat tersendat karena pasokan bahan baku dari China dan India terdampak pandemic Covid-19. Sehingga Primaquine ini diharapkan dapat tersedia bagi pasien.

PT Phapros Tbk tetap mengedepankan kepentingan agar masyarakat senantiasa sehat, terhindar dari segala penyakit, dan memiliki daya tahan tubuh yang kuat.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Ubra SSI, MEpid ketika dikonfirmasi Fajar Papua, Selasa (4/8) mengemukakan, habisnya stok obat primaquine bukan hanya dialami warga Timika tapi juga semua kabupaten/kota setanah Papua.

“Bukan hanya kita. Sekarang kami lagi koordinasi dengan provinsi supaya kalau bisa dua minggu kedepan sebelum September stok obat sudah ada,” ungkapnya.

Dia mengatakan, primaquine sangat penting sebab dapat menghancurkan parasit malaria yang ada dalam hati. Obat tersebut dikonsumsi bersamaan dengan obat biru yang stoknya bisa bertahan hingga akhir tahun 2021.(boy)