Jubir Freeport: Kami Belum Dikonfirmasi Rencana Pembelian Catridge di Amerika

by -
Jubir PT Freeport Indonesia, Riza Pratama

Timika, fajarpapua.com

Juru Bicara (Jubir) PT Freeport Indonesia, Riza Pratama mengemukakan hingga kini Pemerintah Provinsi Papua belum menghubungi PT Freeport Indonesia terkait rencana penjajakan pembelian catridge di Amerika Serikat.

Catridge berupa alat konversi mesin tes cepat molekuler (TCM) untuk mendeteksi Covid-19. Teknologi ini dianggap lebih efektif karena hanya membutukan waktu deteksi dua jam atau lebih cepat 6 jam dibanding metode PCR saat ini yang memakan waktu 8 jam.

“Sampai sekarang belum, kami juga belum dapat surat dari Tim Covid Pemprov Papua atau pemberitahuan resmi. Kalau ada tentu kami akan bahas internal,” ungkap Riza ketika dikonfirmasi Fajar Papua, Kamis (6/8).

Pemprov Papua dan Satgas Pencegahan dan Penanganan (SGPP) COVID-19 meminta perusahaan pertambangan PT Freeport membantu menjajaki pembelian catridge untuk uji COVID-19 yang dibuat di Amerika Serikat.
 

“Pembicaraan dengan distributornya di Jakarta hanya dijatah 150 catridge per minggu, padahal kebutuhan akan alat tersebut cukup tinggi mengingat saat ini di Papua terdapat 25 alat test cepat monokuler (TCM) yang tidak bisa beroperasi maksimal akibat keterbatasan catridge,” kata Jubir SGPP COVID-19 Papua dr. Sumule di Jayapura, Rabu.

Ia menjelaskan, bantuan Freeport sangat dibutuhkan karena alat tersebut dibuat di Amerika Serikat sementara kantor pusat perusahaan penambangan berada di negara tersebut.
 

Catridge yang dibutuhkan cukup banyak karena tingkat pemeriksaan COVID-19 masih tinggi, kata Sumule seraya menambahkan, pemeriksaan dengan menggunakan TCM lebih cepat diketahui hasilnya yaitu hanya membutuhkan waktu dua jam sedangkan hasil PCR baru diketahui sekitar delapan jam.
 

“Kami sangat berharap PT. Freeport dapat membantu memasok catridge agar pemeriksaan dapat lebih optimal,” harap dr. Sumule.
 

Saat ini ada 25 TCM yang tersebar di Kota Jayapura empat unit, Kab. Jayapura dan Mimika masing-masing tiga unit , Kab. Jayawijaya, Nabire, Biak dan Merauke masing-masing dua unit dan Kab Paniai, Supiori, Yapen, Asmat dan BLK Papua di Jayapura masing-masing satu unit.
 

Sementara hingga Selasa (4/8) tercatat pemeriksaan sample baik melalui PCR maupun TCM sebanyak 29.259 sample.(boy)