Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Jaga Bebek Demi Hidupi Adik, Sepenggal Kisah dari Pejabat Putra Asli Kamoro

Marselino
MarselinoFoto / MIMIKA
fajar Papua3 menit baca0 kali dibaca

RAMAH, tenang, dan murah senyum itulah yang dilukiskan dari sosok seorang Marselino Mameyao, SKM. Ia baru saja menjabat sebagai Sekertaris Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika.

Pria yang akrab disapa Pak Marsel ini ketika dikunjungi Fajar Papua, Senin (10/8) tengah sibuk dengan segudang administrasi Dinkes dan juga melayani tamu yang hilir mudik di ruang kerjanya.

Marselino Mameyao lahir di Jayapura, 14 Mei 1968, putra ketiga dari enam bersaudara buah cinta Apolonaris Mameyau (alm) dan Kristina Markapereyau (alm). Ayahnya seorang PNS di Pemda Fak- Fak waktu itu, sedangkan ibundanya seorang perawat.

Masa kecil Marsel lebih banyak dihabiskan bersama kakek dan nenek di Atuka untuk bersekolah, ia tahu betul kehidupan zaman dulu susah menempahnya menjadi orang seperti saat ini. Ia bersama saudaranya hidup sederhana digubuk kecil milik kakek.

"Dulu kami semua hidup dengan tete (kakek, red). Waktu itu bapa dan mama tugas di Fak-Fak. Semua pekerjaan saya kerjakan mulai dari pangkur sagu, mancing, menjaring ikan, ya seperti menjalani kehidupan orang pesisir pantai pada umumnya," kisahnya.

Ia ingat betul salah seorang adiknya Frans Mameyao dulu tidak bisa makan sagu. Marsel kecil terpaksa membantu tetangga untuk menjaga bebek, upahnya dapat nasi dan diberikan kepada adiknya agar dimakan. Selain itu selama sekolah di Atuka dia hanya mempunyai satu pasang pakaian.

"Dulu pakaian seragam tidak ada, saya hanya punya pakaian biasa satu pasang dan itu saya pakai terus sampai tamat. Pengalaman pahit itu memotivasi saya untuk belajar lebih keras menggapai cita-cita," kenangnya.

Usai menamatkan SD di Kokonao, Marselinus melanjutkan sekolah di SMP YPPK Don Bos Bosko Fak-Fak. Disana dia tinggal bersama orang tuanya. Suami dari Klemensia Psakor ini mengisahkan jika ayahnya adalah seorang yang penyayang sedangkan ibunya pekerja keras dan disiplin.

"Dulu awalnya saya mau jadi guru, tapi setelah waktu berlalu saya tertarik menjadi petugas kesehatan, mungkin karena lihat mama biasa tolong orang," ceritanya sambil tersenyum.

Kakak kandung mendiang Dionisius Mameyao ( Mantan Kadiskominfo) ini memantapkan tekad untuk menjadi seorang perawat. Ia akhirnya mendaftar di SMA Sekolah Perawat Kesehatan 51 Sorong.

"Saya berpikir waktu itu SPK cepat dapat kerja. Eh taunya nama saya belum keluar sebagai siswa disitu. Akhirnya saya pindah ke SMA Taruna Darma Kota Raja Jayapura. Baru satu bulan sekolah, tiba-tiba dapat panggilan lagi dari SPK, dan akhirnya saya pulang sekolah lagi disana sampai tamat," jelasnya.

Selesai dari SPK, Marsel mulai honor di RSUD Fak-Fak tahun 1988 dan diangkat menjadi PNS pada tahun 1989. Tugas pertamanya adalah di Kampung Irwa, Umar, Distrik Mimika Barat Jauh. Ia akhirnya menduduki beberapa jabatan penting di Dinas kesehatan dan akhirnya terpilih menjadi Sekertaris Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika.

Marsel juga berpesan kepada orang muda Timika untuk selalu belajar dan menikmati setiap proses yang Tuhan berikan

Riwayat Hidup
Nama: Marselino Mameyao, SKM
Lahir : Jayapura, 14 Mei 1968
Istri: Klemensia Psakor
Anak: 1.Fransiska Mameyao
2. Maria Mameyao
3. Paulus Gerald
4. Yosefin Markapareyau
5. Rikardo Markapareyau
6. Dionisius Mameyau

Pendidikan:
1. SD YPPK Kokonao
2. SMP YPPK Santo Don Bosko Fak-Fak
3. SPK 51 Sorong
4. DIII- Poltekes Jayapura
5. SI-FKM Universitas Cenderawasih

Jabatan:
1. Kepala Puskesmas Atuka
2. Kasie Jaminan Kesehatan Dinkes Mimika
3. Kabid P2P Dinkes Mimika
4. Kabid Keperawatan RSUD Mimika
5. Kabid Yankes Dinkes Mimika
6. Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Mimika
7. Sekertaris Dinas Kesehatan Mimika