Timika, fajarpapua.com
Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Mimika, Slamet Sutejo mengingatkan warga Timika agar menghindari aksi percaloan dalam mengurus dokumen kependudukan. Caranya, warga harus mengurus sendiri dan mengindari kebiasaan titip menitip kepada pihak lain.
“Ngga perlu nitip, urus dokumen itu gratis. Kita punya layanan gratis yang bisa digunakan warga dari rumah,” ungkap Slamet saat ditemui Fajar Papua di ruang kerjanya, Senin (10/8).
Enam program tersebut, kata Slamet, diantaranya, pertama ORLANDO. Program yang merupakan akronim dari Operator Layanan Administrasi Online itu merupakan inovasi terbaru Disdukcapil Mimika dalam menerapkan layanan go digital untuk mempercepat layanan administerasi kependudukan.
Lalu apa yang bisa dilayani di Orlando? Slamet menyebutkan, update data tidak terdaftar, informasi persyaratan Disdukcapil, pengecekan dokumen yang sudah dicetak, informasi lain serta kritik saran.
“Dengan hanya menggunakan smartphone warga bisa melakukan registrasi dokumen dari rumah dengan mudah tanpa perlu antri. Nomor kontak Orlando 081369824244, dapat melayani warga dalam pengurusan dokumen kependudukan,” tukasnya.
Program kedua, LALA PU KAKA atau Layanan Lahir Langsung Punya Akta Kelahiran, Kartu Keluarga dan Kartu Identitas Anak. Layanan ini sudah diterapkan di RSUD Mimika, RSMM/Charitas, RS Herlina, Puskesmas Kwamki Baru, dan Puskesmas SP 2. Data penduduk yang baru lahir langsung terupdate tanpa harus ke Disdukcapil.
Ketiga, Jempol kependudukan Cetak di tempat. Program Disdukcapil ini langsung melayani warga ditempat dimana warga berada. Konsep ini dimunculkan untuk mengindari kerumuhan warga, mengingat saat ini diterapkan social distance dimana warga harus menjaga jarak. “Petugas nanti turun sebulan dua kali, pengurusan dkcument langsung di tempat, kami sempat lakukan di Nawaripi beberapa waktu lalu,” pungkasnya.
Layanan keempat Jock Merit atau nikah sipil di Kantor Disdukcapil. Warga Mimika yang sudah menikah difasilitasi untuk mendapatkan 3 paket yakni akta nikah, kartu keluarga baru dan KTP baru.
Program kelima, Anjungan Disdukcapil Mandiri atau mesin pencetak kartu. Saat ini layanan tersebut sedang menunggu penginstalan dan selanjutnya akan dilaunching agar bisa melayani masyarakat secara langsung di kota tanpa harus ke Kantor Disdukcapil.
“Program keenam layanan antar cepat. Banyak dokument yang sudah dicetak tapi belum diambil, nanti petugas Disdukcapil yang antar ke kelurahan atau bisa dicetak sendiri di rumah,” pungkasnya.(jun)

