Menakar Kesehatan Mental Warga Mimika Ditengah Meningkatnya Wabah Covid 19

by -
Anjuran di era new normal

OPINI

KASUS COVID-19 pada masa New Normal ke-3 di Kabupaten Mimika terus bertambah. Berdasarkan data per-tanggal 12 Agustus 2020, terjadi pertambahan 11 kasus baru hingga total kumulatif 621 kasus dan kasus aktif sebanyak 127.

Hal ini menimbulkan kekhawatiran dikalangan masyarakat, sesungguhnya kita masih jauh dari situasi aman terhadap ancaman COVID-19. Apalagi data kesembuhan perhari relatif kecil. Misalnya tanggal 12 Agustus 2020 dilaporkan angka kesembuhan 2 orang sedangkan kasus baru 11 orang. Hal ini mempengaruhi kesehatan mental masyarakat dalam menjaga kehidupannya di era tananan hidup baru selama masa pendemik COVID-19 ini.

Menurut Ahli Kesehatan Otak dan Penuaan The University of California, Los Angeles (UCLA) Dr Gary Small, kesehatan mental harus menjadi prioritas utama pada saat pandemi COVID-19.

Mengelola kesehatan mental dan mengetahui bagaimana cara untuk melakukannya adalah hal yang terpenting, karena jika salah dalam pengelolaan kesehatan mental dapat mengancam dan melemahkan sistem kekebalan tubuh dan mempengaruhi kemampuan untuk melawan infeksi, termasuk infeksi akibat COVID-19.

Penambahan kasus baru COVID-19 membuat masyarakat larut dalam kecemasan, depresi, dan masalah kesehatan pikiran lainnya. Setiap orang memiliki tingkat stres yang berbeda, karena itu  kita wajib mengetahui bagaimana cara mengelola kesehatan mental.

Ciri-ciri orang yang sehat mental cukup banyak. Namun demikian dapat diringkas sebagai berikut :

~ Persepsi diri dan lingkungan akurat

~ Citra diri positif

~ Ekspresi emosi yang sesuai

~ Komunikasi dan hubungan dengan orang lain terjalin secara baik

~ Produktifitas optimal

~ Tekanan kerja sehari-hari dapat di kelola dengan baik

BACA JUGA:  Luhut Minta Daerah Siapkan Rencana Bangun Pusat Karantina OTG

Dalam situasi pandemic sekarang ini, amatlah penting bagi kita untuk mengenali tanda dan gejala yang berhubungan dengan gangguan kesehatan mental sehingga kita lebih kuat menghadapi wabah ini.

Para pakar banyak memberikan referensi untuk mengenali gangguan kesehatan mental seseorang namun secara garis besar, dapat dikatakan bahwa ada ada 3 (tiga) tanda dan gejala gangguan kesehatan mental yang perlu diketahui, baik pada diri maupun orang di sekitar kita, yakni (1) Fisik; (2) Emosi – Pikiran; dan (3) Perilaku.

Ketiga tanda dan gejala ini kemudian menjadi stressor mempengaruhi psikologis seseorang dan jika tidak dikelola dengan baik dapat mengakibatkan gangguan psikologis seperti masalah pribadi, cemas dengan situasi COVID-19 yang masih berlanjut. Rindu keluarga, teman dan kerabat akibat adanya pembatasan sosial, emosional tidak stabil sehingga berpotensi konflik dengan teman dan orang lain, dan munculnya rasa bosan. 

Untuk mengatasi gangguan psikologis (gangguan kesehatan mental maka langkah pertama yang harus dilakukan oleh setiap orang wajib menyelaraskan antara Pikiran, Emosi dan Perilaku. Artinya bahwa situasi pandemik yang terjadi saat ini adalah suatu kenyataan yang harus diterima, dipercaya bahwa itu nyata dan konsekuensinya adalah kita harus mengubah tatanan hidup kita mengikuti anjuran penerapan protokol kesehatan dengan patuh. Ini adalah situasi nyata yang harus dihadapi. Jangan dihindari sebab bila dihindari bisa menjadi pemicu gangguan baru yang mungkin lebih parah dari situasi saat ini.