Togel dan Miras Sumber Bencana Baru Bagi Warga Mimika

by -
Abraham Timang

Timika, fajarpapua.com
Tokoh masyarakat Amungme, Abraham Timang meminta Pemerintah Daerah (Pemda) Mimika dan aparat penegak hukum agar menghentikan pasokan minuman keras (miras) ke Kabupaten Mimika, serta menghilangkan judi togel yang saat ini sangat marak di Kota Timika.

Kepada Fajar Papua, Kamis (13/8) malam, Abraham mengatakan, kematian pasangan suami istri di Kampung Kampung Kamoro (SP 1) yang diduga akibat keracunan minuman keras setelah sebelumnya 11 pemuda yang meregang nyawa, sudah cukup memberi alarm kepada jajaran penegak hukum agar segera menghentikan peredaran miras di Timika.

“Kondisi sekarang sudah sangat berbahaya. Hampir setiap hari masalah muncul karena miras. Suami pukul istri, ada yang meninggal, pemuda bikin kacau, banyak sekali efek negatif dari miras ini. Saya mohon segera dihentikan,” ungkap Abraham.

Ia menegaskan, penertiban miras tidak hanya yang beredar tanpa ijin tapi juga yang sudah mengantongi rekomendasi. Sebab, dampak mabuk-mabukan tidak mengenal apakah mabuk miras berijin atau tidak.

BACA JUGA:  Miras Jadi Pemicu Tingginya KDRT dan Kekerasan Terhadap Anak di Mimika

“Kondisi sekarang harus diselamatkan. Kita tentu tidak mau seperti cerita di SP 1 dimana sembilan orang anak jadi yatim piatu. Kita tidak mau kasus kriminalitas terus meningkat, semua orang ingin hidup aman. Jangan sampai untuk memperkaya satu dua orang tapi warga Mimika yang tanggung akibat,” tegasnya.
Selain itu, dia meminta aparat menindaktegas pengusaha togel yang sekarang beroperasi bebas di Timika. Beberapa tahun lalu Mimika sempat bebas judi togel. Namun saat ini di pinggir-pinggir jalan togel sudah dijual secara terbuka.

“Apalagi musim covid sekarang, uang belanja istri pakai untuk beli togel. Sangat disayangkan, bisa jadi kedepan penderita covid meningkat karena jual beli togel juga tidak sefty,” tuturnya.

Menurut Abraham, menjelang moment 17 Agustus yang tinggal menghitung hari, tokoh miras dan judi togel harus ditutup.
“Kami berharap supaya gereja juga bisa bersuara tentang kondisi ini,” harapnya.(tim)

INFO IKLAN 0812-3406-8145