Bupati dan Freeport Bahas Nasib Karyawan yang Tertahan Sudah 6 Bulan di Tembagapura

by -
PT Freeport
Para karyawan Freeport dan Privatisasi memblokade jalan. Foto: group FB IKKT

Timika,fajarpapua.com
Bupati Mimika Eltinus Omaleng dan perwakilan PT Freeport Indonesia, Selasa (25/8) siang membahas nasib ribuan karyawan yang kini masih tertahan di Tembagapura.

Rapat pembahasan dilakukan di Hotel Grand Mozza Timika. Hingga berita ini ditulis, rapat sedang berlangsung.

Sebelumnya, manajemen PT Freeport Indonesia mempertimbangkan protokol kesehatan maupun keselamatan karyawan dan keluarganya untuk membuka kembali akses transportasi bus bagi karyawan yang hendak melaksanakan libur kerja beberapa hari (Shift Off Day) di Timika.

Vice President Corporate Communications yang juga Juru Bicara PTFI Riza Pratama yang dihubungi dari Timika, Senin, mengatakan jajarannya masih terus mempelajari aspirasi karyawan saat menggelar unjuk rasa di Mile 72, Tembagapura, Kabupaten Mimika pada Senin siang.

“Tentunya manajemen dalam menjawab aspirasi karyawan akan memperhatikan dan mempertimbangkan protokol kesehatan maupun keselamatan karyawan itu sendiri, keluarga dan komunitas,” kata Riza.

Pada Senin pagi hingga siang para karyawan PTFI maupun karyawan sejumlah perusahaan subkontraktornya di wilayah Distrik Tembagapura menggelar aksi penutupan jalan di Mile 72, sehingga mengakibatkan terhentinya akses lalu lintas dari Tembagapura menuju lokasi tambang maupun sebaliknya.

Aksi penutupan jalan itu dilakukan mulai subuh sekitar pukul 03.15 WIT.

Akses jalan tambang itu dibokade dengan menggunakan dua unit alat berat.(red)