Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Terbaru !!!, Timika Akhirnya Punya Alat Deteksi Gempa dan Tsunami 'WRS NewGen'

Gempa Timika
Gempa TimikaFoto / MIMIKA
fajar Papua4 menit baca0 kali dibaca

Timika, fajarpapua.com
Stasiun Metereologi Kelas III Timika bekerjasama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mimika akan memasang Warning Receiver System (WRS) pemantau gempa dan peringatan tsunami. Dengan adanya peralatan teknologi itu diharapkan dua kejadian alam, gempa dan tsunami, bisa terdeteksi dini.

Kepala Kantor Stasiun Metereologi Kelas III Timika, Okto Firdaus Fajri Rianto ST kepada Fajar Papua, Senin (7/9) mengatakan saat ini Timika sudah terpasang WRS pemantau gempa dan peringatan dini tsunami yang direncanakan pada Selasa (8/9) akan diserahterimakan di kantor BPBD Mimika.

Menurutnya, wilayah Indonesia merupakan bagian dari jalur gempa dunia yang terbentang dari Sumatera, Jawa, Bali, Lombok, Flores, Alor, Laut Banda, Seram, Sulawesi, Maluku Utara, dan Papua.

Wilayah Papua sendiri terletak pada ujung pertemuan 2 (dua) lempeng tektonik, yaitu Lempeng Pasifik yang bergerak relatif kearah barat dan Lempeng Indo-Australia yang bergerak relatif kearah Utara. Keadaan itu menjadikan wilayah Papua sebagai salah satu kawasan rawan gempa dan tsunami di Indonesia.

Secara umum, 5 zona sumber gempa di wilayah Papua antara lain: Zona Sesar Yapen, Zona Sesar Mamberamo, Zona Sesar dan Lipatan Papua, Zona Sesar Waipoga dan Zona Subduksi New Guinea (Palung New Guinea).

Hasil monitoring BMKG-Stasiun Geofisika Jayapura menunjukkan selama tahun 2019 terjadi gempa sebanyak 2015 kali, dengan rincian untuk Magnitudo 1,0-2,9 tercatat sebanyak 948 kejadian, magnitudo 3,0-3,9 tercatat sebanyak 880 kejadian, magnitudo 4,0-4,9 tercatat sebanyak 162 kejadian, magnitudo 5,0-5,9 tercatat sebanyak 20 kejadian dan magnitudo 6,0-6,9 tercatat sebanyak 5 kejadian.

Sedangkan untuk gempa bumi dirasakan tahun 2019 tercatat 79 kejadian.

Terkait kondisi wilayah yang rawan gempa dan tsunami ini, BMKG memiliki tugas dan kewajiban dalam menyediakan informasi gempa dan peringatan dini tsunami yang tertuang dalam UU No. 31 Tahun 2009, dan Perpres No. 93 Tahun 2019.

Sebagai salah satu implementasi dari tugas dan kewajiban tersebut di atas maka BMKG melaksanakan kegiatan pemasangan alat penyebarluasan informasi gempabumi dan peringatan dini tsunami yaitu WRS di berbagai wilayah rawan gempa dan tsunami di Indonesia, salah satunya di provinsi Papua.

Sejak Tahun 2008 BMKG sudah memasang sebanyak 275 peralatan WRS. Namun demikian mengingat peralatan WRS masih sangat dibutuhkan oleh Pemerintah Daerah dan kantor Lembaga/Kementerian terkait, maka pada tahun 2020 ini, BMKG memasang WRS generasi terbaru di 315 lokasi. Saat ini WRS dibawah tanggungjawab Stasiun Geofisika Jayapura ada 3 yang sudah terpasang di Stasiun Geofisika Kelas I Jayapura, Stasiun Meteorologi Frans Kaisepo Biak, dan BPBD Biak. Pada tahun 2020 ini di provinsi Papua akan memasang WRS generasi terbaru di 10 lokasi.

WRS generasi terbaru yang tentu saja menggunakan teknologi terbaru ini memiliki nama baru yaitu “WRS NewGen” yang berbeda dengan WRS sebelumnya. WRS NewGen merupakan terobosan baru BMKG dalam penyebarluasan informasi gempa bumi dan peringatan dini tsunami, yang memberikan informasi gempa bumi secara lebih cepat karena bersifat “real time" otomatis dari BMKG.

Percepatan penyebarluasan informasi gempa bumi dan peringatan dini tsunami ini, memastikan stakeholder dapat mengambil langkah penting selanjutnya secara cepat dalam penanganan bencana, sehingga memberikan manfaat nyata dalam menyelamatkan masyarakat dari bencana.

WRS NewGen dapat menyajikan informasi dalam waktu kurang dari 3 menit bahkan bisa dalam waktu 2 menit setelah terjadi gempabumi, Karena informasi ini bersifat realtime sehingga meskipun parameternya bersifat sementara namun dapat digunakan oleh BPBD atau pemangku kebencanaan untuk segera mengambil respon cepat guna melakukan langkah-langkah upaya mitigasi sehingga diharapkan dapat mengurangi korban jiwa dan dampak gempa lainnya secara dini.

Lokasi pemasangan WRS NewGen tahun 2020 ini mencakup Kantor
Kementrian/Lembaga yang tersebut dalam Perpres No. 93 Tahun 2019 dan institusi yang terlibat dalam penanganan bencana gempa dan tsunami seperti Kantor Pemerintah Daerah (BPBD), Kantor Media Televisi/Radio, serta Institusi terkait yang memiliki kerjasama dengan BMKG terkait sharing data dan informasi. Pemasangan WRS generasi terbaru tahun 2020 di Wilayah Papua sebanyak 10 peralatan WRS.

Sampai saat ini yang baru saja terpasang di 5 lokasi yaitu di BBMKG Wil V
Jayapura, Stasiun Geofisika Jayapura, BPBD Kota Jayapura, BPBD Kab. Jayapura, BPBD Keerom. Kemudian akan dilanjutkan pemasangan di 5 lokasi selanjutnya di Stasiun Geofisika Nabire, BPBD Nabire, SAR Merauke, BPBD Mimika, BPBD Waropen.

Dengan terpasangnya WRS NewGen ini diharapkan dapat meningkatkan performa penyebarluasan informasi gempabumi dan peringatan dini tsunami dari BMKG
Pusat Jakarta ke kantor unit pelaksana teknis BMKG, Pemerintah Daerah, Lembaga/Kemeterian, Media, dan lembaga lain yang terkait penanganan bencana.

"Harapan kita dengan adanya percepatan penyebarluasan informasi gempa bumi dan peringatan dini tsunami ini, maka akan dapat mempercepat respon dalam penanganan bencana, sehingga dapat memberikan manfaat nyata dalam menyelamatkan masyarakat dari bencana," kata Eko.(boy)