Ditemukan, 40 Anak di Mawokau Jaya Mimika Mengalami Gagal Tumbuh

by -
Abubakar
Penanggungjawab Stunting di Puskesmas Wania, Iriyani Abubakar

Timika, fajarpapua.com
Penanggungjawab Stunting di Puskesmas Wania, Iriyani Abubakar menyatakan pihaknya memberi perhatian khusus pada Kampung Nawaripi dan Mawokau Jaya yang masuk jadi lokus penanganan stunting (gagal tumbuh).

Dalam kegiatan posyandu petugas menemukan kasus stunting di Kampung Mawokau Jaya per Oktober 2020 masing-masing ada 40 anak.

Berkaitan dengan ini, setiap bulan pihaknya melakukan evaluasi rutin sekaligus memantau perkembangan anak-anak yang terpapar stunting.

Untuk kegiatan evaluasi rutin ini petugas puskesmas selalu melibatkan pihak pemerintah kampung. Biasanya, Dinas Pemberdayaan Perampuan, Perlindungan Anak, pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana ikut terlibat.

“Untuk anak-anak yang stunting, intervansi dari petugas selama ini biasanya mulai dari remaja putri. Remaja putri untuk persiapan kedepan. Untuk anak-anak stunting sendiri dalam posyandu, biasanya petugas melakukan edukasi pemberian makanan bayi dan anak (PMBA) sesuai usia, setelah itu PMT berupa pemberian biskuit,“ bebernya.

Dijelaskan, biasanya dalam posyandu jika ditemukan anak-anak yang berulangkali tidak tumbuh maka petugas melakukan intevensi PMT, ada anak yang PGM dibawah garis merah dikasih PMT, ada stunting dan ada juga yang wasting.

Anak usia sekolah dan remaja putri pada awal tahun sudah dilaksanakan penyuluhan di sekolah-sekolah, tapi masuk masa pandemi semua kegiatan terhenti, termasuk sekolah-sekolah libur panjang sehingga kegiatan tidak berjalan.

Iriyani mengakui baru sosialisasi di beberapa sekolah karena memang ada pandemi. Belum semua sekolah didatangi petugas. Jika pandemi berkurang maka kegiatan sudah mulai berjalan lagi, seperti penyuluhan tentang kesehatan reproduksi, anemia, dan beberapa isu kesehatan lainnya yang lagi mengemuka dan hangat saat ini.

Selain itu petugas juga melihat status gizi anak, lingkar lengan usia remaja.

“Kedepan akan dilihat tingkat gizinya seperti apa karena itu akan menentukan kualitas anak termasuk sampai remaja putri memasuki usia dewasa dan menikah dan mempersiapkan diri untuk melahirkan,” paparnya.

Selain ada pemberian tablet tambah darah untuk anak remaja putri, dan pemeriksaan rutin setiap bulan. Hal itu sudah merupakan jadwal rutin setiap bulan tapi sejak ada pendemi, semuanya terhambat.

“Dalam beberapa bulan belakangan ini ada kegiatan turun dari rumah ke rumah, dan jika petugas temukan ada anak remaja maka langsung diintervensi,” bebernya.

Termasuk Kampung Nawaripi, kurang lebih ada 40 an anak yang ditemukan stunting. Petugas puskesmas terus bekerjasama dengan pihak kampung, yang bukan saja hanya stalunting, tapi ada wasting.

Kepala Kampung Nawaripi, Norbertus Ditubun mengatakan pihaknya selalu rutin mengadakan sosialisasi berkaitan dengan masalah kesehatan termasuk stunting.

INFO IKLAN 0812-3406-8145 banner 300250