Lewati ke konten utama

Stafsus Bupati Mimika yang Larang Media Beritakan Dugaan Korupsi Rumah Ibadah, Jadi Bahan Gunjingan Warganet

fajar PapuaPenulis
02.34 WIT3 menit baca53 dibaca
20210122_183310
20210122_183310Foto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com - Pernyataan Staf Khusus Bupati Mimika, Victor Kabey SE yang meminta media tidak (melarang-Red) memberitakan dugaan korupsi Gereja Oikumene 32 yang dimuat salah satu media di Timika dan disebarkan ke grup facebook Info Kejadian Kota Timika oleh akun Nyong Kito Toffy pada Kamis (21/1) lalu kini viral dan menjadi bahan gunjingan warganet Timika di media sosial.

Selain mengkritisi pernyataan tersebut, warganet juga meminta bersangkutan untuk tidak galau jika merasa tidak ada penyimpangan dalam pembangunan tempat ibadah tersebut.

Bahkan ada warganet meminta yang bersangkutan untuk membaca dan memahami undang-undang pers.

Akun Halend Haluk dalam komentarnya secara gamblang meminta Staff Khusus Bupati Mimika itu untuk tidak terlalu reaktif menanggapi pemberitaan media terkait korupsi rumah ibadah tersebut, jika tidak ada penyimpangan.

"Pak victor, staff khusus Bupati. Jika tidak ada dugaan korupsi kenapa harus takut dengan beritanya?. Aduh sy mau tertawa besar tpi ini komplek org banyak takut tersinggung," tulisnya sambil menyertakan emoji tertawa.

Selain itu akun tersebut secara tegas menyatakan bahwa, dalam melaksanakan tugas wartawan atau media tidak dapat diintervensi oleh siapapun.

"Wartawan itu TIDAK DAPAT DIINTERVENSI OLEH SIAPAPUN, Ko mau pejabat siapapun..
Sama sperti pekerjaannya pak Victor, atau pak Bupati, tentunya wartawan pun tidak bsa intervensi. Jadi bisa berfikir secara rasionallah, harus bijak, tdk perlu takut, biasa saja pace. Krn ketika kita takut itu akan di curigai bro," tulisnya.