Timika, fajarpapua.com - Tokoh Muda Papua klan Meepago sekaligus Ketua DPD PSI kabupaten Intan Jaya, Johan Zonggonau mengutuk keras siapapun yang mengkerdilkan martabat manusia apalagi menyamakannya dengan hewan. Jika bangsa Indonesia ingin menjadi bangsa yang besar harus menghormati martabat siapapun, termasuk masyarakat Papua. Apalagi kasus seperti ini sudah terjadi berulangkali.
"Untuk saudaraku Ambroncius Nababan sadarlah dengan pernyataan rasis anda. Kepada saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air, jika bangsa ini mau jadi bangsa yang besar maka hargai semua rakyatnya, termasuk hargai kami," ujar Johan dalam rilis yang diterima Fajar Papua, Selasa (26/1).
Dikatakan, konsekuensi dari pernyataan rasis yang ditulisnya, Ambroncius harus diproses hukum.
"Jangan karena saudara dekat dengan kekuasaan sehingga sesuka hati mengeluarkan bahasa yang kurang etis," tukasnya.
Selanjutnya sebagai tokoh Papua, Johan meminta Presiden dan jajaran hukum segera memproses oknum yang berusaha memecah belah bangsa ini dengan pernyataan rasis.
"Negara ini negara hukum bos. Kami sangat sepakat supaya Ambroncius dihukum seberat-beratnya sehingga memberikan efek jerah kepada siapapun yang ingin mencederai martabat otang Papua dengan kata-kata yang kurang etis dan tidak manusiawi," harapnya.
Menurut dia, jika ada perbedaan pandangan dengan Natalis Pigai mantan Komisioner HAM RI, semestinya disampaikan melalui opini atau sanggahan.
"Tidak perlu posting gambar gorilla, ini maksudnya apa ? Apakah kehabisan akal?. Cobalah dengan cara-cara yang elegan dan normatif. Kami minta periksa saraf yang bersangkutan, kalau normal dijebloskan saja ke dalam penjara. Saya sebagai anak bangsa malu dengan kelakuan seperti ini," tuturnya.
Johan juga meminta Partai Hanura mengevaluasi keberadaan yang bersangkutan.
"Siapapun dia yang pernah hidup di Papua, apalagi orang asli Papua pasti merasa tersinggung dengan kata-kata ini. Maka saya minta Ketua DPR, Ketua MPR dan Ketua Forum FOR Papua segera mendesak kepolisian untuk menangkap dan memenjarahkan pelaku. Saya sangat sesalkan karena orang Papua selalu diperlakukan seperti ini. Bukan hanya sekali tapi orang Papua diperlakukan begini berulangkali. Jadi kami tekankan segera tangkap," tegasnya.(ana)

