Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Warga Timika Curigai Pedagang Obat Keliling, Minta Dinkes Cek Dugaan Penyusupan Narkoba !

Ronsumbre
RonsumbreFoto / MIMIKA
fajar Papua1 menit baca0 kali dibaca

Timika, fajarpapua.com - Tokoh masyarakat Mimika yang juga Pembina Yayasan Kemanusiaan Anti Kekerasan (Yamak), Arnolis Ronsumbre meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) mengecek ijin pedagang obat keliling. Pasalnya, semua penjualan obat harus melalui rekomendasi pemerintah untuk menghindari upaya penyelundupan narkoba yang kian marak di Kota Timika.

Menyoroti kasus narkoba, Arnolis dalam pernyataan pers yang diterima Fajar Papua, Minggu (31/1) mengatakan, Pemda dan Dinkes Mimika harus terlibat aktif mengawasi penjualan obat-obatan baik oleh oknum maupun kelompok yang mendatangi rumah-rumah warga menawari produk obat tertentu.

"Saya sudah duakali didatangi orang yang mengaku jual obat kolesterol, gula darah dan obat-obat kuat," tukasnya.

Dikemukakan, tanggal 27 Januari 2021 lalu, sekitar 5 orang pria mendatangi kantor Yamak di Jalan Baru menawarkan obat.

"Kami tolak dan suruh mereka pulang. Karena kalau obat-obat rumah sakit itu kewenangan dokter, kenapa masyarakat awam yang jual, ini perlu ditelusuri," ungkapnya.

Tidak hanya itu, dua orang di hari berikut kembali mendatangi kediamannya menawarkan obat kolestrol, gula darah dan asam urat.

"Sekarang narkoba lagi marak di Timika, wajar kalau kita mencurigai setiap orang yang datang tawarkan obat. Dinkes perlu sikapi ini," harapnya.(boy)