Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Yamak Kecam Penembakan Warga Sipil, Kutuk Setiap Aksi Kekerasan yang Masih Melanda Papua

Hans Magal
Hans MagalFoto / MIMIKA
fajar Papua2 menit baca0 kali dibaca

Timika, fajarpapua.com - Direktur Yayasan Kemanusiaan Anti Kekerasan (Yamak) Papua, Hans Magal SP mengecam keras aksi penembakan yang mengorbankan warga sipil. Persoalan politik regional tidak boleh sampai mengorbankan rakyat yang tidak bersalah.

Pernyataan itu disampaikan Hans Magal menanggapi aksi penembakan oleh KKB yang menewaskan seorang warga, Boni Bagau, di perbatasan Distrik Sugapa-Distrik Homeyo, Kabupaten Intan Jaya, Sabtu (30/1).

"Kami dari Yamak mengutuk keras apa yang terjadi hari Sabtu lalu yang menewaskan warga sipil. Jangan sampai warga yang tidak bersalah jadi korban," ungkap Hans.

Dikatakan, persoalan antar TNI/Polri dengan KKB merupakan persoalan ideologi yang belum ada titik temu. Namun demikian, kedua belah pihak hendaknya menghormati dan menjaga keamanan warga sipil.

"Ada beberapa aksi kekerasan yang tidak bisa ditolerir. Hendaknya kasus ini diusut sampai tuntas supaya kedepan warga sipil tidak dikorbankan," katanya.

Selain itu Hans meminta negara bisa hadir memberi rasa aman bagi warga. Selama ini sejumlah rentetan kasus kekerasan di Papua patut menjadi atensi.

"Penduduk asli Papua semakin berkurang. Kalau kekerasan tidak dihentikan, bisa jadi kelak orang Papua akan punah, negeri ini hanya tinggal cerita," bebernya.

Sementara Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Kamal dalam rilis yang diterima awak media, Senin (1/2) mengemukakan, usai menembak korban, para pelaku KKB pimpinan Udinus Kohoya menitip surat yang dibawa Pastor Yustinus Rahangiyar.

 "Benar ada laporan penembakan menewaskan Boni Bagau yang dilaporkan keluarga korban Wilem Bagau, ke Polsek Sugapa, Sabtu (30/1)," kata Kamal.

 Dalam surat tersebut, KKB pimpinan Udinus memberitahukan terjadinya penembakan terhadap warga bermarga Bagau karena korban diduga menjadi mata-mata TNI-Polri.

Kamal mengemukakan, dari laporan yang diterima setelah menerima laporan tersebut kemudian dilakukan pertemuan dengan keluarga korban di Polsek Sugapa, Sabtu malam (30/1).

 
Pertemuan dilanjutkan keesokan harinya, Minggu (31/1) bertempat di ruangan Pastoran Kampung Bilogai, Distrik Sugapa yang dihadiri TNI-Polri, para tokoh dan keluarga korban (Wilem Bagau) yang membahas rencana evakuasi jenazah Boni Bagau.

 
Dalam pertemuan tersebut, orang tua korban Gad Bagau meminta agar korban dimakamkan di kampung Agapa mengingat situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan apabila diambil atau dibawa ke Distrik Sugapa maupun Distrik Homeyo.

Aparat keamanan TNI - Polri sendiri masih melakukan penyelidikan terkait dengan laporan penembakan tersebut.(boy)