Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Tandon Cuci Tangan, Contoh Proyek Mubazir Saat Menghadapi Pandemi Covid-19 di Timika

Tandon
TandonFoto / MIMIKA
fajar Papua3 menit baca12 kali dibaca

Timika, fajarpapua.com - Diawal masa pandemi pada Maret 2020 lalu, Pemda Mimika melalui organisasi perangkat daerah (OPD) berlomba-lomba membuat program dengan dalih untuk menghadapi serta mengendalikan Covid-19.

Akibatnya tidak sedikit dana yang digelontorkan pemerintah untuk merealisasikan program-program yang diajukan oleh OPD serta Tim Gugus Tugas Covid-19.

Bahkan akibat jor-joran membuat program menghadapi pandemi tersebut, membuat Pemda Kabupaten Mimika melakukan rasionalisasi bahkan juga realokasi APBD Tahun 2020 lalu.

Namun sayangnya, dana besar mencapai ratusan miliar yang digelontorkan pemerintah tersebut tidak terlalu signifikan dalam menekan angka orang yang terinfeksi Covid-19.

Bahkan ada beberapa kegiatan atau program yang dinilai hanya menghamburkan dana dan terkesan mubasir serta jauh dari kata manfaat bagi masyarakat.

Dari beberapa kegiatan yang dinilai tidak efektif, salahsatu yang paling kasat mata adalah penyediaan tandon cuci tangan disejumlah ruas jalan di Timika.

Bahkan program ini terkesan asal terpasang, sehingga banyak diantaranya tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Selain itu,banyak diantaranya dibiarkan tanpa pengawasan dan perawatan sehingga ada yang menjadi sasaran pencurian.

Terkait hal ini fajarpapua.com mencoba melakukan penelusuran disejumlah titik ruas jalan yang masih terpasang tandon cuci tangan.

Penelusuran pertama dilakukan di Jalan Budi Utomo yang dari cacatan terdapat sekitar 4 atau 5 tandon cuci tangan.

Namun dari penelusuran, Fajar Papua hanya menemukan 3 lokasi pemasangan yang keseluruhannya dalam keadaan tidak berfungsi.

Adapun titik tersebut berada di depan SMP Negeri 2 yang diketahui air dalam keadaan kosong dan kran tidak ada.

Selanjutnya, di depan SMK Petra kondisi air kosong dan kran tidak ada dan hal yang sama ditemukan pada tandon yang dipasang disamping Kantor Cimb Niaga Timika.

Kemudian penelusuran dilanjutkan di Jalan Hasanuddin. Tandon Didepan KCP Bank Mandiri terdapat air, namun karena dalam keadaan kotor kran tersumbat. Sedangkan tandon yang berada didepan Kantor Grapari Telkomsel, air dalam kondisi kosong.

Kondisi nyaris serupa ditemui Fajar Papua dibeberapa tandon yang terpasang di Jalan Yos Sudarso.

Tandon cuci tangan yang dipasang disamping Markas Koramil Timika kondisi air kosong. Lanjut tandon air di depan Kantor Bank Papua dijetahui air kosong serta kran tidak ada dan tandon yang terpasang didepan Kantor Pos, air dalam keadaan kosong.

Kondisi cukup baik ditemui di tandon cuci tangan yang dipasang dilingkungan Kantor Bapenda Mimika yang kondisinya baik. Namun sayangnya, pegawai atau warga yang mendatangi kantor tersebut lebih memilih mencuci tangan di wastafel yang disedian didekat pintu masuk pelayanan dibanding di tandon yang dipasang oleh BPBD Kabupaten Mimika.

Kondisi tandon yang masih cukup baik juga ditemui di wilayah Jalan Ahmad Yani yakni didepan RS Kasih Herlina yang masih terisi air. Demikian juga di tandon yang terpasang didepan Kantor YPMAK.

Sementara kondisi tandon yang berada di Jalan Cenderawasih, hanya yang terpasang di d Gedung DPRD Mimika yang diketahui terisi air. Sedangkan dua tandon yang dipasang didepan Hotel 66 dan Depan Kantor Auto Samudra dalam keadaan kosong. (mas/rul)