Pernah Disibukkan Perang di Mimika, Kapolda Papua Ingatkan Polisi dan Brimob Tidak Lagi Biarkan Perang Suku

by -
mathius fakhiri
Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius Fakhiri saat menjabat sebagai Kasat Brimob Polda Papua memimpin pasukan menghentikan perang Djayanti. Foto 13 Maret 2014. Dok. Fan Ambing

Timika, fajarpapua.com – Praktek perang saudara atau yang lazim dengan sebutan perang suku harus dihapus dari sejarah peradaban orang Papua. Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius Fakhiri mengingatkan polisi dan Brimob agar tidak membiarkan hal itu terjadi.

Kapolda menyatakan, saat masih bertugas sebagai Danyon, lalu menjadi Wadansat dan Kasat Brimob Polda Papua, dirinya disibukkan dengan perang suku di Timika.

“Syukurlah, dengan ketegasan teman-teman Polres Mimika dibantu Batalyon B Brimob Polda Papua maka sudah dilakukan langkah penegakan hukum terhadap para pelaku perang suku,” kata Irjen Fakhiri di Timika, Minggu (14/3).

IMG 0611
Pasukan Brimob yang ditugaskan menjaga keamanan Djayanti

Selanjutnya Kapolda memerintahkan seluruh jajaran Polres Mimika dan Batalyon Brimob untuk mempertahankan, bahkan meningkatkan tindakan penegakan hukum kepada pihak-pihak yang berupaya memicu terjadi konflik antarkelompok masyarakat.

“Jangan sekali-kali berikan ruang sedikitpun untuk membuka lagi hal-hal yang sudah tidak boleh. Dalam melakukan langkah penegakan hukum sebetulnya kami juga memberikan edukasi kepada masyarakat untuk tidak lagi melakukan hal-hal yang tidak diperbolehkan sehingga ke depan di Mimika tidak boleh ada lagi perang suku,” ujar Irjen Fakhiri yang baru dua pekan dilantik menjadi Kapolda Papua menggantikan Komjen Paulus Waterpauw.

Putra asli Papua asal Fakfak itu mengaku heran lantaran warga dari suku-suku lain di luar Papua yang bermukim di Mimika bahkan mulai ikut-ikutan menggunakan istilah perang suku saat terjadi konflik antarindividu yang berbeda suku.

“Sampai orang Jawa, orang Toraja juga mau perang suku di Timika, apa urgensinya. Saya minta hal ini tidak boleh dibiarkan. Mari kita menjaga ini, dan terus menjaga itu Kwamki Narama supaya kita bisa menghentikan secara menyeluruh perang suku di Tanah Papua,” kata Irjen Fakhiri.

Dalam kunjungan kerja perdana ke Mimika, Kapolda Papua menyerahkan bantuan peralatan genset dan kipas angin kepada tiga rumah ibadah di kompleks Polres Mimika dan Batalyon B Polda Papua yaitu Masjid An Nur, Masjid Al Amin dan GKI Ottow-Geisler.

Dia berharap peralatan tersebut dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan pelayanan iman dan ibadah terutama saat terjadi pemadaman listrik.

INFO IKLAN 0812-3406-8145
DEMO AGEN MINYAK TANAH, TUNTUT KEPASTIAN SURAT IJIN LINGKUNGAN