Jika Ingin Pemerintahan Mimika Berubah Total, Segera Ganti Komplotan Pejabat yang Sarat Taktik dan Kepentingan

by -
Kantor Bupati Mimika
Kantor Sentral Pemerintahan Daerah Mimika.

Catatan Redaksi Sepekan

PENUNJUKAN Michael Gomar sebagai Sekda Mimika telah memberi warna baru dan harapan baru untuk semakin membaiknya bagi jalannya pemerintahan di Pemda Mimika.

Terpilihnya Michael Gomar yang memang seorang birokrat yang dilahirkan dari Kawah Candradimuka Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) mampu menghentikan perdebatan siapa sosok yang pantas menduduki jabatan tertinggi pratama itu di kalangan tokoh adat, tokoh agama, kaum intelektual, masyarakat umum, praktisi hukum dan kelompok lainnya diberbagai laman media sosial.

Kehadiran Michael Gomar bahkan dianggap mampu menjembatani komunikasi diantara Dwi Tunggal pimpinan daerah yaitu Bupati Mimika dan Wakil Bupati Mimika yang sejak beberapa waktu lalu agak renggang akibat ulah dan aksi-aksi para pembisik yang memanfaatkan kedekatan personal.

Bahkan Tanzil Azhari yang juga seorang anggota DPRD Mimika dari Partai Gerindra dalam Acara Ngopi Bareng Sekda berpendapat Michael Gomar sebagai sosok “Pemadam Kebakaran” karena mampu memberikan rasa adem, dingin dan harmonis di pemerintahan yang selama “memanas”.

Jika pada tingkat Tripida telah terbentuk keharmonisan, tidak sama halnya dengan ditingkat pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang masih terasa sangat tinggi adanya gap dan kelompok-kelompok yang berbasis kepentingan.

Hingga kini meski tak nampak di wajah, namun secara inklusif harus diakui para pejabat di Pemda Mimika belum sepenuhnya menemukan keharmonisan yang sesungguhnya.

BACA JUGA:  Gaji Ratusan ASN Pemda Mimika Terancam Diblokir, Pekan Depan Sekda Gomar Mulai Kirim Surat Panggilan

Masih ada para pejabat yang ikut mengendalikan arah pemerintahan yang penuh dengan kepentingan kelompok tertentu.

Bahkan bukan rahasia lagi, banyak oknum pejabat yang saat ini mengalami “Post Power Sindrome” atau ketakutan kehilangan jabatan sejak skenario yang diciptakan untuk jagoannya agar menduduki jabatan Sekda Mimika, gagal total.

Sehingga untuk menutupi ketakutan mereka serta untuk mengamankan kepentingannya, tak jarang mereka terkadang lantang berkata “Saya Ini Orangnya….”.

Dan bukan rahasia lagi, di kalangan birokrat Kabupaten Mimika selama ini ada kelompok pejabat yang dijuluki “Para Bidadari” yang secara masif dan mungkin juga terang-terangan berandil “secara berlebihan” serta diduga melampaui kewenangan mereka dalam pengelolaan tata pemerintahan di Kabupaten Mimika.

Meski belum ada bukti sahih, “dahulu” dan mungkin juga bisa hingga saat ini kelompok yang dimaksud terus memegang kendali atas nama kepentingan disejumlah posisi birokrasi di Kabupaten Mimika.

Diakui atau tidak, adanya oknum pejabat yang lantang berkata “Saya Ini Orangnya…” dan juga “Para Bidadari” ini membuat lingkungan tingkat OPD tidak harmonis dan terkesan saling bersaing dengan tidak sehat sehingga kepentingan dan layanan publik bisa saja terabaikan.