Smelter Dibangun di Halmahera Tengah, Freeport Teken Kontrak dengan Perusahaan China

by -
Smelter
Smelter di Weda Bay

Jakarta, fajarpapua.com – Sesuai ketentuan yang tertuang dalam UU Minerba Nomor 3 Tahun 2020, rencananya PT Freeport Indonesia (PTFI) akan membangun smelter tembaga di Weda Bay, Halmahera Tengah, Maluku Utara.

Terkait rencana ini, pada pekan depan PTFI dan salah satu perusahaan konstruksi asal China, Tsingshan Steel disebut-sebut akan menandatangani perjanjian kerja sama.

Hal itu seperti diungkapkan Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut B. Pandjaitan dalam acara Mining Forum Prospek Industri Minerba 2021 yang digelar CNBC Indonesia, Rabu (24/3) kemarin.

“Mudah-mudahan kalau tidak ada perubahan apa-apa minggu depan kita akan tandatangan pembangunan smelter di Weda Bay antara Freeport dengan Tsingshan,” ujar Luhut.

Dalam penyampaian secara tertulis lanjut Luhut, smelter yang akan dibangun itu memiliki kapasitas sekitar 2,4 juta ton konsentrat tembaga dengan produk utama katoda tembaga sebesar 600 ribu ton.

Jika sesuai jadwal ujar Luhut, smelter tembaga di Weda Bay tersebut dapat berproduksi mulai Tahun 2023.

Smelter tembaga di Weda Bay lanjutnya, nantinya akan diintegrasikan dengan smelter nikel yang sudah ada sebelumnya untuk kemudian dapat menghasilkan produk turunan yang dapat digunakan sebagai bahan baku produksi baterai lithium.