Pesan Minggu Palma di Timika, Yesus Mengajak Umat Manusia Hidup Bersolider dan Saling Mengasihi

by -
Minggu palem
Suasana misa minggu palma di Gereja Katolik St Stefanus Sempan Timika, Papua.

Timika, fajarpapua.com – Perayaan minggu palma di sejumlah gereja katolik Kota Timika berlangsung aman dan khidmat, seperti di Gereja Katedral Tiga Raja, St.Sisilia SP 2, Gereja SP 1, Nawaripi, dan St Stefanus Sempan.

Khusus misa Minggu Palma di gereja St Stefanus Sempan dihadiri ratusan umat yang dipimpin Pastor Geis, OFM.

Diawali pemberkatan daun palem depan pintu gereja, perayaan misa menerapkan aturan protokol kesehatan yang ketat. Setiap bangku hanya ditempati dua atau 2-3 orang jemaat.

banner 300250

Dalam bacaan umat diperdengarkan kembali kisah Sengara Yesus Kristus yang diambil dari Injil Markus.

Peristiwa salib di Golgota dimana Yesus menyerahkan diri diatas kayu salib untuk menebus dosa umat manusia.

Pater Geis dalam kotbahnya mengatakan, dalam kehidupan sehari-hari manusia sering membuat salah baik di tempat kerja, lingkungan bersama tetangga, keluarga dan orang terdekat dalam rumah tangga.

Pengalaman salib Yesus mau mengajak umatNya agar hidup bersolider dengan orang lain, hidup saling mengasihi dan berpengharapan.

Peristiwa Yesus memasuki Kota Yerusalem dan masa-masa sulit dalam hidup yang Ia alami, dimana Dia menderita sengsara dari Rumah Pilatus dan memikul salib hingga menuju bukit Golgota mau menggambarkan beta besar cintaNya pada umat manusia.

Yesus taat kepada BapaNya, hingga wafat di kayu salib. Sengsara, kematian dan kebangkitan mau menyatakan bahwa Yesus datang untuk menyelamatkan dunia dan umat manusia.

Sebagai manusia, kata Pastor Geis, penghayatan peristiwa Minggu Palma adalah awal mula peristiwa sengsara hingga kebangkitan.

INFO IKLAN 0812-3406-8145 A valid URL was not provided.