Di Awal Pekan Suci, Sri Paus Doakan Korban Bom Bunuh Diri di Katedral Makassar

by -
Paus Fransiskus
Paus Fransiskus

Jakarta, fajarpapua.com– Paus Fransiskus mendoakan para korban tragedi kemanusiaan dalam serangan bom bunuh diri di gerbang Gereja Katedral Makassar, Minggu (28/3).

Doa Pemimpin Tertinggi Umat Katolik sedunia ini, dipanjatkan di pengujung Misa Minggu Palem di Basilika Santo Petrus Vatikan, Minggu (28/3).

Di awal pekan suci itu, Sri Paus juga mengenang para korban kekerasan di dunia, terutama di Indonesia, dalam aksi serangan bom di Gereja Katedral Makassar.

“Mari kita berdoa untuk semua korban kekerasan, terutama yang terjadi pada pagi hari ini di Indonesia, di depan Katedral Makassar. Semoga Bunda Maria, yang selalu mendahului kami di jalan iman, membantu kami,” ujar Bapa Suci sebelum memberi pemberkatan apostolik.

“Dalam situasi sejarah dan sosial ini, apa yang Tuhan lakukan? Dia memikul salib. Yesus memikul salib, yaitu, Dia mengambil beban kejahatan yang ditimbulkan oleh situasi ini, kejahatan fisik dan psikologis-dan di atas semua kejahatan spiritual karena roh jahat mengambil keuntungan dari krisis untuk menyebarkan ketidakpercayaan, keputusasaan dan perselisihan,” ucap Sri Paus dikutip dalam resmi Vatikan.

Seperti dilaporkan, doa untuk Indonesia dan pandemi Covid adalah dua poin yang Paus Fransiskus ditekankan sebelum doa Angelus, diucapkan pada penutupan Misa Minggu Palem.

“Untuk kedua kalinya kami akan menjalaninya dalam konteks pandemi. Tahun lalu kami lebih berat; tahun ini lebih berusaha bagi kami. Dan krisis ekonomi semakin parah,” ujarnya.

Menurut Sri Paus, umat Katolik perlu meneladani Perawan Maria, Bunda Yesus, yang juga murid pertamaNya. Bunda Maria mengikuti Putranya. Bunda Maria menempatkan dirinya sendiri untuk mengambil bagian dari penderitaan, kegelapan dan kebingungan.

“Bunda Maria menjaga lampu iman tetap menyala di dalam hatinya. Dengan rahmat Tuhan, kita juga bisa melakukan perjalanan itu. di sepanjang jalan salib sehari-hari, kita bertemu dengan wajah begitu banyak saudara dan saudari yang dalam kesulitan. Jangianlah kita lewat, biarkan hati kita digerakkan dengan belas kasih, dan mari kita mendekat,” ajak Bapa Suci yang bernama asli Jorge Mario Bergoglio itu. (hrs)