Freeport Ungkap Alasan Bangun Smelter di Gresik dan Halmahera, Mengapa Bukan di Mimika atau Papua

by -
Pertemuan pimpinan awak media dan perwakilan PT Freeport Indonesia
Pertemuan pimpinan awak media dan perwakilan PT Freeport Indonesia

Timika, fajarpapua.com – Juru Bicara (Jubir) PT Freeport Indonesia, Riza Pratama menyampaikan alasan mengapa hingga kini PT Freeport belum memutuskan membangun smelter di wilayah Mimika atau Papua, tapi malah di Gresik dan Halmahera.

Dalam acara diskusi ringan bersama pimpinan awak media di Hotel Cenderawasih 66, Senin (5/4), Riza mengemukakan Freeport pertamakali membangun smelter tahun 1996 di Gresik dekat Petro Kimia dan pabrik semen Gresik.

“Karena kontrak karya pertama harus bangun smelter, kita bangun di Gresik dengan kapasitas 1 juta ton konsentrat. Sementara produksi kita 3 juta ton, akibatnya konsentrat 2 juta ton masih diekspor,” ungkapnya.

Dikatakan, begitupun untuk kontrak karya kedua, pemerintah mewajibkan pemurnian di Indonesia. Melalui pertimbangan dan perhitungan yang matang, Freeport memutuskan tetap membangun smelter di Gresik.