PrayForNTT, Giliran OKP Cipayung dan Basis Mahasiswa Daerah Galang Dana bagi Korban Bencana

by -
Penggalangan dana korban bencana NTT.
Penggalangan dana korban bencana NTT.

Merauke, fajarpapua.com – Lagi-lagi, mahasiswa turun jalan mengggalang dana bagi para  korban yang terdampak bencana alam, banjir bandang, tanah longsor di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) dan NTB yang terjadi 4 April 2021 lalu.


Setelah sehari sebelumnya Selasa (6/4), mahasiswa dari Sekolah Tinggi Teologi (STT) Arastamar Merauke, hari ini Rabu (7/4), kelompok mahasiswa ini turun dalam jumlah yang lebih besar lagi dan mencapai seratusan.
Mereka tergabung dalam  Solidaritas Mahasiswa dan Pemuda Peduli Banjir Bandang dan Longsor NTT dan NTB. Para mahasiswa ini berasal dari organisasi kepemudaan (OKP) Cipayung dan organisasi pemuda dan mahasiswa kedaerahan.


Antara lain; PMKRI, GMKI, HMI, KAMMI, PPGPI, BEM Universitas Musamus (Unmus), BEM Fakultas (Teknik, Ekonomi, FKIP, Pertanian) Unmus,  UKM Mapala Unmus, UKM Racana Unmus, STT Arastamar Merauke, Ikatan Pemuda Mahasiswa Flobamora (IKPMF) Merauke, Ikatan Mahasiswa Kei, Himpunan Mahasiswa Marind (HMM), Ikatan Mahasiswa Boven Digoel (Imadi) Ikatan Mahasiswa Sulsel, Ikatan Keluarga Besar Mahasiswa Jawa Timur, Generasi Baru Indonesia (Genbi) dan lain-lain.
Ketua Ikatan Pemuda Mahasiswa Flobamora (IKPMF) Merauke, Mario Mere selaku Koordinator Lapangan (Korlap) mengatakan, aksi galang dana mahasiswa dan pemuda di Kabupaten Merauke ini merupakan wujud kepekaan, kepedulian sosial dan solidaritas kemanusiaan untuk membantu korban yang terdampak musibah bencana alam di NTT dan NTB.


“Kita dilaksanakan aksi galang dana ini untuk membantu meringankan penderitaan saudara-saudara kita yang tertimpa musibah banjir bandang dan tanah longsor di NTT dan NTB sana. Aksi ini mulai dari tanggal 7, 8, 10, 11 dan 12 April 2021 dengan jangka waktu yang lebih lama, sehingga bisa terkumpul dana yang lebih besar. Mengingat, wilayah-wilayah di NTT yang terdampak juga cukup banyak, sehingga bantuan kita bisa terjangkau ke semua wilayah itu,” ujar Mario yang ditemui fajarpapua.com di Marga PMKRI Cabang Merauke di Jl. Kimaam, Rabu (7/4).


Aksi galang dana tersebut, kata Mario, dilakukan dengan pengumpulan dana sumbangan secara sukarela dari masyarakat pengendara yang melintas dan berhenti di perempatan traffic light (lampu lalu lintas) yang ada di kota Merauke, yakni perempatan Tugu Libra, Pasar Baru Mopah, Pasar Wamanggu, di depan Toko Adil, di depan LPP-RRI Merauke dan beberapa titik lainnya.
Sementara itu, Ketua GMKI Cabang Merauke, Elsye Titihalawa mengatakan, aksi sosial kemanusiaan itu lakukan secara spontanitas terdorong rasa kemanusian untuk membantu meringankan derita para korban yang terdampak bencana alam; banjir bandang dan badai siklon tropis Seroja di NTT dan NTB.
”Ini yang kami laksanakan adalah aksi peduli kemanusiaan untuk korban di NTT dan NTB, di mana masyarakat sudah beberapa hari terkena musibah banjir bandang dan badai siklon tropis di seluruh NTT. Kami laksanakan di empat titik lampu merah di kota Merauke ini.  Besok juga aksi kita ini masih berlangsung,” ujar Elsye di Tugu Libra, Merauke.

INFO IKLAN 0812-3406-8145
DEMO AGEN MINYAK TANAH, TUNTUT KEPASTIAN SURAT IJIN LINGKUNGAN