Pemda Mimika Sampaikan Selamat Memasuki Bulan Ramadhan, Ini Sejumlah Harapan untuk MUI dan Dewan Masjid

by -
Rettob
Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob, S.Sos MM.

Timika, fajarpapua.com – Pemerintah Daerah (Pemda) Mimika menyampaikan selamat memasuki bulan Ramadhan 1442 hijriah kepada semua umat muslim Kabupaten Mimika.

“Saya atas nama Pemda Mimika mengucapkan selamat memasuki bulan suci Ramadhan bagi umat muslim Mimika. Semoga umat memanfaatkan moment ini untuk menyucikan diri menuju Idul Fitri,” ungkap Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob kepada awak media, Selasa (13/4).

Wabup JR menghimbau semua warga Mimika agar menjaga toleransi, menghormati umat muslim melaksanakan ibadah dengan aman dan nyaman.

“Mari tunjukkan rasa solidaritas kita dengan menghormati saudara-saudara muslim menjalankan ibadah dengan baik. Jangan membunyikan musik atau suara lainnya yang mengganggu ketenangan ibadah,” harapnya.

Wabup JR menitipkan sejumlah harapan kepada dewan masjid dan MUI Kabupaten Mimika.

Pertama, semua pengurus masjid di Mimika diharapkan membentuk Satgas Pokja Covid untuk mengatur protokol kesehatan selama shalat tarawih.

“Ramadan tahun ini berbeda, tahun lalu pemerintah melarang sekarang ini pemerintah sudah memberikan izin melalui surat edaran Kementerian Agama terkait pelaksanaan salat tarawih artinya diperbolehkan tapi mengikuti protokol kesehatan. Konsekuensinya DMI Mimika harus membuat Satgas Pokja Terpadu setiap masjid agar bertanggungjawab terhadap penegakan protokol covid 19,” bebernya.

Kedua, demi menjaga keutuhan umat muslim Mimika dan non muslim, wabup JR berharap MUI maupun DMI memperhatikan profil para penceramah yang didatangkan dari luar daerah.

“Kemungkinan besar umat muslim setiap masjid akan datangkan para mubaligh atau para penceramah dari luar. Kita harapkan jangan sampai para penceramah yang datang memberikan ceramah-ceramah yang beraliran keras yang bisa mengganggu kebersamaan yang sudah terjalin selama ini. Memang beberapa hari lalu saya sudah koordinasi Ketua MUI dan DMI, mereka sudah pastikan akan memeriksa latarbelakang setiap penceramah yang hendak didatangkan. Harus berpaham Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, kita jaga toleransi yang sudah lama terjaga di Mimika ini,” pungkasnya.