Kemarin Sore, 6 Guru dan Tenaga Medis Mengungsi ke Timika

by -
Jenazah guru korban penembakan dievakuasi ke Timika
Jenazah guru korban penembakan dievakuasi ke Timika

Jayapura, fajarpapua.com – Pembunuhan yang terjadi secara beruntun dalam sepekan ini yang menewaskan dua guru dan seorang tukang ojek benar-benar membuat warga non pribumi di Beoga tidak nyaman.

Buntutnya, pada Rabu (15/4) sore, sebanyak enam orang warga yakni guru, tenaga medis dan pelajar mengungsi ke Timika menggunakan penerbangan Smart Air.

Kapolsek Beoga Ipda Ali Akbar ketika dikonfirmasi tadi malam membenarkan ada enam warga sipil diterbangkan ke Timika sekitar pukul 15.10 WIT.

Ia mengemukakan, enam warga yang diungsikan itu adalah guru dan tenaga medis beserta anak balita.

Diungsikannya enam orang itu guna menghilangkan trauma terhadap insiden yang mereka alami dampak ditembaknya dua orang guru oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB).

“Enam warga yang diungsikan itu terdiri dari dua orang guru, dua orang suster beserta dua anaknya dan pelajar,” ujar Ipda Ali Akbar.

Seorang warga Beoga yang dihubungi dari Jayapura, Maria, mengatakan persediaan makanan makin menipis khususnya beras sehingga mereka mengurangi konsumsinya.

“Yang terpenting masih ada makanan walaupun sudah sangat terbatas,” kata Maria yang berharap dapat segera keluar dari Beoga untuk menenangkan diri sementara.

“Saya sangat berharap bisa dievakuasi keluar dari Beoga untuk sementara waktu,” ucap Maria yang mengaku bekerja sebagai tenaga kontrak.(ant/red)

INFO IKLAN 0812-3406-8145 A valid URL was not provided.