Jayapura, fajarpapua.com - Tantangan Lekagak Telenggen kepada TNI/Polri melalui surat tulisan tangan yang ditemukan di helikopter yang dibakar, langsung dijawab. Terhitung sejak Kamis (15/4), pasukan TNI/Polri sudah menguasai Beoga, Kabupaten Puncak.
Sebelumnya, pada surat tersebut, KKB Papua dibawah komando Lekagak Telenggen meminta aparat keamanan memburu mereka.
'Dari Lekk Gakak Telenggen dan Militer Murib, kalau mau kejar sekitar Ilaga ini. Salam Papua Barat' demikian bunyi surat tantangan tersebut.
Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri menegaskan segera melakukan penegakan hukum terhadap KKB di Beoga.
Para personel dari Satgas Nemangkawi dan satgas penegakan hukum sudah berada di Beoga, namun yang pertama akan dilaksanakan yakni melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kasus penembakan dan pembakaran.
"Dengan adanya penambahan personel, maka olah TKP segera dilaksanakan," kata Irjen Pol Fakhiri, di Jayapura, Kamis (15/4).
Fakhiri mengatakan, tim yang sudah berada di Beoga juga akan melakukan penegakan hukum terhadap KKB yang ada di Beoga, namun bila mereka bergeser (lari) akan dikejar.
Pada Rabu (14/4), penebalan sudah dilakukan, sehingga pihaknya akan berupaya memutus mata rantai KKB melakukan aksi yang tidak berperikemanusiaan dan kejahatan kemanusiaan.
"Saya berharap situasi keamanan secara keseluruhan bisa lebih kondusif di Beoga, dan Kabupaten Puncak serta Intan Jaya secara keseluruhan," ujar Irjen Pol Fakhiri.
KKB sebelumnya melakukan penembakan terhadap dua orang guru hingga meninggal di Beoga, yakni Oktovianus Rayo yang ditembak Kamis (8/4), dan Yonatan Renden yang ditembak Jumat (9/4).
Selain itu, KKB juga membakar rumah Wakil Ketua I DPRD Puncak Menase Mayau, dan rumah Junaidi Sulele (Kepala SMPN) di Beoga.(ant/ana)

