Puncak Berubah Jadi Medan Berdarah, Wagub Kemen Tinal Minta Aparat Kendalikan Situasi

by -
Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal
Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal

Jayapura, fajarpapua.com – Kabupaten Puncak dalam dua pekan ini berubah jadi medan berdarah. Dua guru tewas dibantai di Beoga, ojek dibacok hingga meninggal dunia dan kemarin seroang pelajar dibantai di Ilaga.

Terkait kejadian berdarah itu, Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal meminta aparat segera mengendalikan situasi kamtibmas di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak.

Melalui lama Pemprov Papua, Sabtu (17/4), Klemen ingin memastikan pelayanan pendidikan, kesehatan, dan pemerintahan kembali berjalan normal.

Mantan Bupati Mimika dua periode itu juga berharap warga ikut membantu supaya aktivitas bisa kembali normal di sana.

Selain itu, dua mendukung upaya evakuasi warga pendatang di Distrik Beoga. Terhitung sudah 39 warga yang dievakusi ke Timika.

BACA JUGA:  Tadi Malam, 2 Guru Pahlawan Korban Kekejaman Teroris KKB di Puncak Raih Education Award 2021

“Evakuasi warga pendatang yang mayoritas guru dan tenaga kesehatan di Beoga Kabupaten Puncak ini penting demi keselamatan mereka. Warga asli setempat juga diharapkan ikut membantu upaya evakuasi itu,” ujarnya.

Dia juga menolak segala bentuk
kekerasan dengan alasan apa pun yang dilakukan oleh KKB.

“Tenaga pengajar yang berjuang untuk mencerdaskan anak-anak putra Papua di Beoga, Kabupaten Puncak yang merupakan generasi penerus bangsa. Wilayah pegunungan Papua ini terlambat mengenyam pendidikan karena pengajaran agama yang lebih dahulu masuk ke sana. Jadi, siapa pun jangan kacaukan pendidikan dengan membunuh guru supaya anak-anak kita bisa pintar dan maju,” katanya.(ant/red)