Timika, fajarpapua.com - Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika pada Minggu (18/4) pukul 07.00 WIT kembali melanjutkan pencarian terhadap Marius Hasegam (59) seorang pemancing yang dicurigai tenggelam hanyut terbawa derasnya arus sungai Mile 28.
Selama 7 hari pencarian, Tim SAR Timika sempat beberapa kali diperhadapkan dengan beberapa ancaman yang membahayakan nyawa diantaranya arus sungai hingga hewan buas seperti buaya.
Operasi pencarian juga sempat didampingi keluarga korban yang ikut menaiki perahu karet.
Basarnas sendiri dalam pengerahan operasi SAR menggerakkan beberapa truk personil untuk angkut perahu karet, personil dan kendaraan operasional lainnya untuk mencapai lokasi serta menggunakan 2 unit perahu karet bermesin 25 PK dan 1 unit perahu karet arum jeram.
Dalam melaksanakan penyisiran sungai dari Mile 26 hingga Mile 8, dilanjutkan hingga mendekati muara.
Selain melakukan penyisiran menggunakan perahu karet, tim SAR gabungan juga melakukan penyisiran daratan pinggir sungai. Pasalnya, saat kejadian sungai Mile 26 sedang meluap sehingga dicurigai korban terangkat ke daratan setelah airnya surut.
Namun semua upaya yang dilakukan tim SAR gabungan tidak juga membuahkan hasil, sehingga setelah dilakukan koordinasi dengan pihak keluarga korban dan dilihat lama pencarian telah mencapai 7 hari, apalagi tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban yang sudah sesuai SOP Basarnas, maka operasi SAR terhadap Marius Hasegam diusulkan tutup.
"Tapi kalau ada laporan mengenai tanda-tanda keberadaan korban maka operasi SAR dapat diusulkan untuk dibuka kembali," ungkap Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika George Randang dalam rilis yang diterima awak media, Minggu malam.
Ia berharap masyarakat yang beraktifitas di tepian sungai agar benar-benar mewaspadai curah hujan tinggi yang dapat mengancam diantaranya meluapnya sungai secara tiba-tiba.(boy)

