Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Mandek 6 Tahun, Proyek Air Bersih Timika Membengkak Hingga Rp 100 Miliar

Inocentius Yoga Pribadi
Inocentius Yoga PribadiFoto / MIMIKA
fajar Papua2 menit baca0 kali dibaca

Timika, fajarpapua.com - Pada awal perencanaan pembangunan jaringan air bersih pada Tahun 2014 lalu, Pemda Kabupaten Mimika diperkirakan akan menghabiskan dana sebesar Rp 300 miliar.

Namun karena proyek tersebut mandek dan selama 6 tahun ini tidak mendapat alokasi dana, maka diperkirakan untuk menuntaskan proyek yang digagas semasa Bupati Klemen Tinal tersebut akan terjadi pembengkakan biaya hingga Rp 100 miliar.

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mimika, Inocentius Yoga Pribadi kepada fajarpapua.com, Rabu (21/4) mengungkapkan diperlukan dana hingga 400 miliar rupiah untuk menyelesaikan proyek tersebut.

Angka ini lebih besar dibanding dengan hasil perhitungan engineering estimate pada Tahun 2014 lalu yang membutuhkan dana sebesar 300 miliar rupiah.

Terkait hal itu lanjut Yoga, pada Tahun 2022 mendatang pihaknya akan melakukan review pembangunan fasilitas air bersih.

"Saat ini situasi sudah berubah, seiring dengan berjalannya waktu pasti harga barang sudah berubah. Sehingga PUPR mengambil inisiatif untuk mereview semua rencana sesuai dengan satuan harga yang ada saat ini," jelasnya.

Review anggaran ini, demikian Yoga, juga berkaitan dengan adanya penambahan kantor pemerintahan di tingkat kelurahan, penambahan pemukiman warga dan penambahan pusat- pusat ekonomi yang menjadi sasaran pemasaran.

Dikatakan, soal kapan waktu penyelesaian pembangunan fasilitas air bersih tersebut, hal itu bergantung pada ketersediaan pendanaan.

"Dari alokasi dana yang dibutuhkan, Dinas PUPR Mimika baru dapat dukungan dana sebesar Rp 80 miliar untuk tahap pertama," jelas Yoga.

Setelah itu lanjutnya, tidak ada alokasi dana untuk melanjutkan pembangunan fasilitas air bersih.

"Kami berharap tahun depan, dewan dapat menyetujui usulan kami sehingga pekerjaan fasilitas penyambungan ke rumah- rumah warga bisa terwujud," kata Yoga.

Sedangkan untuk Tahun 2021, Dinas PUPR Mimika mendapat anggaran sebesar Rp 6 miliar yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK).

Dana tersebut dialokasikan untuk pemasangan 6.000 sambungan rumah di wilayah Kelurahan Pasar Sentral.

"Dari target 6.000 sambungan, hingga saat ini baru tersambung sekitar 1.406," tutupnya. (mar)