Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Pertemuan Panglima TNI dan Kapolri, Sekda Provinsi Klarifikasi Terkait KKB adalah Teroris.

Sekda Provinsi Papua Dance Y Flassy SE, M.Si
Sekda Provinsi Papua Dance Y Flassy SE, M.SiFoto / MIMIKA
Redaksi2 menit baca0 kali dibaca

Timika, fajarpapua.com - Sekda Provinsi Papua Dance Y. Flassy mewakili Pemerintah Provinsi menghadiri pertemuan bersama Panglima TNI dan Kapolri di Rimba Papua Hotel, Jumat (7/5).

Sekda Dance kepada wartawan usai pertemuan mengatakan Pemerintah Provinsi siap mengikuti arahan ataupun petunjuk dari Pemerintah Pusat termasuk Panglima TNI dan Kapolri.

"Dalam menjaga kesatuan Republik Indonesia khususnya di Provinsi Papua maka Forkompinda Papua harus terus menjaga dan mempertahankan sinegritas negara kesatuan," ujarnya.

Mewakili Pemerintah Provinsi, Sekda Dance juga mengaku sedang menyelesaikan beberapa agenda terkait pelantikan bupati, kekosongan kursi jabatan, kursi otsus dan lainnya. "Ini juga yang ditunggu masyarakat agar secepatnya selesai," ucapnya.

Dijelaskan, pada pertemuan itu sempat disinggung terkait peristiwa yang terjadi di Kabupaten Puncak, dimana menurutnya peristiwa tersebut sudah ditangani langsung oleh negara.

"Semua ditangani oleh negara, kita percayakan kepada Pemerintah Pusat, dalam beberapa waktu kedepan ini ditargetkan bisa selesai," kata Dance.

Sedangkan terkait pembahasan KKB yang disebut teroris Sekda Dance mengatakan Pemerintah Provinsi mengklarifikasi peenyataan tersebut.

"Berhubung saat ini menghadapi otsus dan kegiatan Puncak maka diharuskan untuk membangun kebersamaan dan membangun solidaritas dari seluruh komponen," ungkapnya tanpa merinci lebih detail.

Dia juga berharap Polhukam mendeteksi dini isu-isu maupun informasi miring di kalangan masyarakat Papua.

"Kami harap desk Papua di Polhukam segera dihidupkan kembali," harap Dance.

Ia menjelaskan Pemerintah Pusat selalu hadir jika ada sesuatu yang terjadi di Kabupaten ataupun daerah-daerah konflik.

"Intinya seluruh lapisan komponen kita harus bangun komunikasi bersama masyarakat khususnya kondisi Papua yang sangat luas, maka harus ada kebersamaan dengan masyarakat kita yang ada di nusantara ini," pungkasnya. (rul)