Timika, fajarpapua.com - Sejak Senin (17/5) kemarin di sejumlah platform media sosial di Timika beredar video pasukan TNI dan Polri saat menguasai markas milik Teroris Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua.
Dalam video yang didapat fajarpapua.com dari salahsatu pengguna akun Facebook, @abdullahnackbarca tersebut terlihat sejumlah personil TNI dan Polri dengan senjata lengkap berada di lokasi yang diduga sebagai markas Teroris KKB Papua.
Meski belum dapat dipastikan, lokasi markas Teroris KKB Papua yang berhasil dikuasai oleh TNI dan Polri adalah milik gerombolan Lekagak Telenggen yang berada di Camp Mayuberi.
Video juga menampilkan upaya personil TNI dan Polri yang sedang melakukan interogasi terhadap belasan anggota Teroris KKB Papua yang berhasil ditangkap.
Interogasi tersebut diduga terjadi usai baku tembak antara pasukan elite TNI dan Polri yang tergabung dalam Satgas Operasi Nemangkawi dan Teroris KKB Papua pada Minggu, 16 Mei 2021 yang menewaskan dua anggota teroris di sekitar Camp Mayuberi.
Namun fajarpapua.com hingga Selasa (18/5) hari ini belum menerima konfirmasi terkait tempat, lokasi maupun waktu video tersebut dibuat.
Penegakan Hukum Sesuai SOP
Sementara Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius D Fakhiri memastikan penegakan hukum terhadap Teroris KKB Papua dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP).
Menurut Kapolda, dengan dilakukan sesuai SOP, maka penanganan terhadap KKB dilakukan terarah dan terukur.
"Karena itu, berita terkait tiga perempuan yang dilaporkan tertembak, Sabtu (15/5) lalu, tidak benar," kata Irjen Pol Fakhiri. Dia mengakui, hingga kini tidak ada laporan tentang tiga warga sipil yang tertembak apalagi perempuan.
Selain itu, Kapolda juga menegaskan berita tentang penembakan yang dilakukan dari helikopter juga tidak benar.
Penggunaan helikopter lanjutnya terjadi saat hendak mengevakuasi jenazah Bharatu Komang yang tertembak tanggal 27 April lalu.
"Saat itu, anggota kepolisian ditembak KKB dari ketinggian, sehingga untuk memecahkan kekuatan mereka, helikopter membantu dengan menembak secara terukur hingga evakuasi bisa dilakukan," jelas Kapolda.
Bahkan lanjut Kapolda, salah satu helikopter yang tergabung dalam Satgas Nemangkawi tertembak, namun berhasil kembali dan mendarat dengan selamat di Timika.
Ditambahkan, saat ini personel Satgas Nemangkawi yang berasal dari anggota TNI dan Polri terus berupaya memisahkan warga sipil dengan KKB, mengingat selama ini mereka berupaya menjadikan masyarakat sebagai tameng.
"Markas mereka biasanya berada di salah satu Honai atau rumah khas masyarakat pegunungan di Papua, sehingga tim Satgas berupaya memisahkannya," jelas Kapolda. (mas/ant)

