PENGUSAHA asal Timika berinisial YR atau YRP yang terseret dalam pusaran kasus korupsi dan gratifikasi Gubernur Sulawesi Selatan non aktif, Nurdin Abdullah ternyata bukan orang biasa.
Bahkan sosok pria yang juga ketua kerukunan salahsatu suku di Sulawesi Selatan ini juga dikenal sebagai salah satu kontraktor paling berpengaruh di Kabupaten Mimika.
Gambaran tersebut juga sangat wajar, karena konon katanya pria berkulit putih ini menguasai sejumlah proyek berskala besar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Mimika.
Bahkan pengusaha yang juga menjadi salah satu vendor transportasi untuk sejumlah perusahaan ini, kabarnya berhasil mendapatkan proyek pemerintah yang nilainya mencapai ratusan miliar setiap tahunnya.
Keberhasilan YR dalam menguasai sejumlah proyek yang bersumber dari APBD tersebut diduga karena kedekatan sosok ini dengan sejumlah pejabat di sejumlah daerah termasuk di Kabupaten Mimika.
Tak ayal dengan keberhasilan sebagai seorang kontraktor yang besar serta mengerjakan proyek multi miliar, sosok YR memang sangat dikenal oleh warga di daerah ini.
Sehingga berita terkait YR yang terseret dalam pusaran kasus korupsi dan gratifikasi yang menimpa Gubernur Sulawesi Selatan non aktif, Nurdin Abdullah sangat menarik perhatian.
Menariknya lagi, dalam sejumlah pemberitaan di media online yang berhadil ditelusuri fajarpapua.com salahsatunya seperti yang dilansir suarasulsel.id, sosok YR diduga sebagai orang dibalik layar dalam perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di sejumlah daerah.
Dalam laman suarasulsel.id, YR digambarkan sebagai salah satu pengusaha besar yang mengerjakan sejumlah proyek besar di Papua.
Pengusaha YR juga digambarkan kerap disebut sebagai donatur para calon kepala daerah yang maju di Pilkada.
Meski belum diketahui apakah pemeriksaan YR oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus yang menyeret Nurdin Abdullah terkait dengan posisinya sebagai salah satu donatur dalam Pilkada Sulawesi Selatan.
Namun yang jelas YR bersama lima orang lainnya dari pihak swasta masing-masing Swi Piu, Astiah Halmad, Lily Dewi Camdonegara, Nurwadi Bin Pakki dan Hendrik Tjuandi mereka diperiksa di Polda Sulsel.
"Hari ini (kemarin), pemeriksaan saksi Nurdin Abdullah terkait kasus tindak pidana korupsi suap perizinan dan pembangunan infrastruktur di lingkungan pemerintah provinsi Sulawesi Selatan tahun anggaran 2020-2021," kata Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri.
Jejak Digital YR Terkait Pilkada
Dugaan pengusaha YR sebagai salah satu donatur dalam sejumlah Pilkada disejumlah daerah membuat fajarpapua.com menelisik jejak digital sosok ini terutama keterkaitannya dengan pemilihan kepala daerah.
Salah satu yang didapat adalah pemberitaan oleh situs dataterkini.id pada edisi Sabtu, 28 November 2020 yang berjudul "Dokter Marsiano Polisikan Y** R** Terkait Dugaan Penipuan "
Dialinea awal situs tersebut, disebutkan pengusaha Y** R** alias Papa Lika yang dikenal sebagai donatur pasangan Kaboro' pada Pilkada diadukan ke Polres Toraja Utara.
Ia dipolisikan dokter Marsiano Manapa, mantan Kadis Kesehatan Toraja Utara, terkait dugaan tindak pidana penipuan. Y** R** disangkakan telah melakukan penipuan dengan jalan meminjam uang Marsiano namun tak kunjung dikembalikan.
Laporan Marsiano diterima Polres Torut dengan nomor register B/153/X/SPKT/RES TORUT. Dari dugaan perbuatannya, Y** R** dapat dijerat pasal penipuan atau penggelapan sesuai KUHP pasal 378 dan/atau 372.
Meski kasus tersebut tidak berkaitan dengan Pilkada Kabupaten Toraja Utara, namun setidaknya menguatkan bahwa pengusaha YR diduga sebagai donatur dalam Pilkada.
Dugaan pengusaha YR sebagai donatur dalam Pilkada juga diperkuat dengan berita yang dilansir oleh situs koranpemberitaankorupsi.com dan situs sulsel.indonesiasatu.id dengan judul "Y** R**: Apa yang Dibeberkan Pak Dating Palembangan, Itu Faktanya"
Dalam media tersebut ditulis Y** R** yang akrab disapa Bapak Lika ini diduga mendukung Kalatiku Paembonan untuk menahkodai Kabupaten Toraja Utara.
Bahkan dalam media itu ditulis, Bapak Lika yang juga Owners PT. Kurnia Jaya Karya ini mengungkapkan dukungannya kepada “Pak KTP" meski banyak kekurangan kekurangannya.
“Artinya, yang puas tentunya pasti memilihnya. Itulah alasan saya memilih beliau pak Bupati (incumben). Walaupun saya juga ‘kadang’ kecewa tapi beliau, masih lebih dari yang terbaik,” tuturnya.
Demikian juga portal berita pedoman.media dalam berita berjudul "Polisi Periksa Y** R** dan Marthen Bida Soal Kasus Penipuan" menulis sosok Y** R****adalah salah satu pengusaha/kontraktor sukses asal Toraja di Papua.
Namanya juga sering disebut sebagai donatur calon kepala daerah.Termasuk di Pilkada Toraja Utara, Y** R** ramai diisukan sebagai donatur besar Paslon Kalatiku Paembonan-Etha Rimba Tandi Payung (Kala'-Etha).
Bahkan di situs sorotmakassar.com dalam berita berjudul "Y** R** : Gas Full, Kita Akan Menangkan Kala-Etha di Pilkada Toraja Utara" yang bersangkutan secara terang-terangan terlibat dalam tim pemenangan salahsatu calon di Pilkada Toraja Utara tersebut. *

