Timika, fajarpapua.com- Direktur baru RSMM Timika dr. Agus MKes. ternyata masih berstatus aparatur sipil negara (ASN) aktif Pemkab Paniai.
Selain itu yang bersangkutan saat ini merangkap jabatan, selain direktur RSMM, juga menjabat Direktur RSUD Paniai.
Hal ini dibenarkan Ketua Yayasan Caritas Timika Papua (YCTP), Dr Leonardus Tumuka saat ditemui fajarpapua.com di Hotel Cenderawasih 66, Selasa kemarin.
"Kami terus berupaya menghubungi Bupati dan Wakil Bupati Paniai terkait keberadaan Direktur RSUD Paniai yang saat ini merangkap jabatan sebagai Direktur RSMM Timika," ujarnya.
Saat ini, lanjut Leo, dr. Agus sedang berada di Enarotali untuk menjalankan tugasnya sebagai ASN sehingga pelaksanaan tugas direktur dipercayakan kepada Wadir RSMM Timika.
Sementara terkait rangkap jabatan Direktur RSMM Timika, lanjut Leo, pihaknya sedang berkomunikasi mencari direktur baru.
"Kita sedang menjalin komunikasi untuk mencari direktur yang baru, mengingat pejabat yang sekarang statusnya ASN di daerah lain. Kami menilai yang bersangkutan harus prioritas kerja disana sebagai Direktur RSUD Paniai," jelasnya.
Selain itu, pihak YCTP juga terus melakukan pembenahan- pembenahan administrasi dan personil disemua unit kerja di RSMM Timika termasuk peningkatan status karyawan yang sebelumnya kontrak sekarang menjadi karyawan tetap.
Reses di Jalan Trans Nabire, Ketua DPRD Mimika Meninggal Dunia(Opens in a new browser tab)
"Masih terus dilakukan pembenahan sesuai standar baku pengelolaan rumah sakit, termasuk mengkomunikasikan dengan beberapa pihak luar berkaitan dengan banyak hal yang dibutuhkan RSMM Timika menjadi rumah sakit mandiri," jelasnya.
20 Ribu Warga Ikuti Progran BPJS Kesehatan
DR. Leo Tumuka pada kesempatan itu juga mengungkapkan saat ini pihaknya telah mengikutsertakan sekitar 20 ribu warga dua suku dan lima kekerabatan lainnya dalam program BPJS kesehatan.
"Sesuai data kurang lebih 20 ribu lebih warga yang akan ditangani langsung oleh YPMAK. Yang penting data mereka lengkap langsung diproses," jelasnya.
Selain itu YCTP juga akan mengaktifkan kembali Klinik Charitas di Mapurujaya dengan perlengkapan yang memadai serta sesuai standar layanan kesehatan.
"Sehingga warga Mapurujaya dan sekitarnya tidak harus ke Timika untuk berobat tetapi cukup ke Klinik Caritas Mapurujaya," ujarnya.
Untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, kedepan pihak YCTP akan mempelajari dan melakuhan survei di sejumlah wilayah yang dinilai layak untuk dibangun klinik atau rumah sakit.
"Sekarang kami mulai benahi dulu internal, jika sudah mantap baru kami pikirkan yang lain termasuk pengembangan keluar. Kita pelan-pelan atur satu-satu sehingga menuju mandiri kita sudah siap baik sisi administrasi, personil, peralatan, yang lebih penting adalah soal keuangan harus selalu tersedia," tutupnya. (mar)

