Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Dewan Kritik Kinerja Dinas Peternakan Mimika, Bisnis Peternakan yang Potensial Datangkan PAD Tidak Pernah Dilirik

IMG 20210531 WA0005
IMG 20210531 WA0005Foto / MIMIKA
fajar Papua2 menit baca0 kali dibaca

Timika, fajarpapua.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Keswan) diharapkan mengembangkan lagi pembibitan dan peternakan sapi di Kampung Limau Asri (SP 5) di lahan milik Pemkab Mimika.

Anggota Komisi B DPRD Mimika, Tansil Ashari, SE kepada wartawan, Sabtu (29/5) mengemukakan, sewaktu John Wicklif Tegai menjabat sebagai kepala Dinas Peternakan, saat itu ada pemeliharaan dan penggemukan sapi di SP 5.

"Lahannya cukup besar kenapa itu tidak dilanjutkan oleh Disnak dan Keswan sekarang. Timika berpotensi besar pasar sapi di Papua, mestinya Disnak melirik pasar ini. Pasar yang potensial dan tidak kalah menarik juga di PT Freeport yang selama ini daging sapi didatangkan dari luar. Potensi pasar ini jika dimanfaatkan dengan baik maka bisnis Peternakan bisa mendatangkan PAD yang besar bagi daerah," ungkap Tansil.

Dia menyatakan, komisi B DPRD Mimika mendukung OPD teknis untuk menangkap peluang pasar tersebut.

"Tinggal Pemkab bicara dengan pimpinan PTFI metode dan syarat-syaratnya pasti disetujui," ungkap Tansil.

Legislator dari Partai Gerindra itu mengharapkan Disnak dapat memanfaatkan berbagai potensi yang bisa menambah PAD selain ternak sapi juga kambing dan lainnya.

Apalagi lahan di SP 5 cukup luas sebaiknya Disnak manfaatkan lokasi tersebut untuk kawasan peternakan.

"Timika punya pasar di PT Freeport, daripada mereka beli dari luar lebih baik Pemkab dan Disnak manfaatkan peluang pasar ini. Selain itu pasar di sejumlah daerah di Papua harus digarap sekarang," pungkasnya.

Dia menuturkan Pemkab sesuai aturan dilarang berbisnis tapi untuk kepentingan daerah, pemerintah bisa mencari peluang pendapatan daerah dengan mengelola unit bisnis.

"Pemkab ada perusahaan daerah, serahkan ke perusahaan daerah yang kelola unit bisnis Pemkab. Jika peluang ini dimanfaatkan secara efektif maka dalam beberapa tahun kedepan sudah ada PAD yang masuk ke kas daerah. Dengan menggarap unit usaha seperti ini maka Disnak sudah mampu berinovasi, berkreasi dalam tugas dan fungsi di unit kerjanya," terang Tansil.(mar)