Timika, fajarpapua.com - Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob S.Sos, MM melakukan penanaman pohon di Pasar Lama, Timika, Papua, Sabtu (5/6).
Kegiatan itu dilakukan menandai puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup (HLH) Sedunia tingkat Kabupaten Mimika yang jatuh pada tanggal 5 Juni 2021.
Hadir pada kegiatan itu, perwakilan lingkungan hidup PTFI, pimpinan maupun perwakilan OPD di lingkungan Pemda Mimika, KONI, KNPI, the Karakas, serta sejumlah tokoh agama dan masyarakat.
Mewakili Bupati, Wabup JR dalam sambutannya mengatakan puncak peringatan HLH tahun ini dipusatkan di Pakistan.
HLH ditetapkan PBB sejak tahun 1974. Dan pada HLH ke-47 tahun ini diambil tema Restorasi Ekosistem.
"Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa telah mendeklarasikan tahun 2021-2030 sebagai Dekade PBB Restorasi Ekosistem atau UN Decade on Ecosystem Restoration," ujarnya.
Rentang waktu ini dipilih berdasarkan literatur dan informasi dari berbagai ahli, yang menyebutkan bahwa dalam sepuluh tahun kedepan merupakan periode terpenting yang diperlukan untuk mencegah bencana akibat perubahan iklim, serta untuk menjaga keanekaragaman hayati.
"Dekade Restorasi Ekosistem juga untuk mencegah, menghentikan dan membalikkan degradasi ekosistem di seluruh dunia," paparnya.
Dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini, saatnya untuk dapat dilakukan penyesuaian berpikir dan bertindak, REIMAGINE, RECREATE dan RESTORE.
"Inilah momen kita. Kita tidak bisa mengembalikan waktu. Tapi kita bisa menanam pohon, menghijaukan alam dan lingkungan, mengubah pola konsumsi, membersihkan sungai dan pantai, serta berbagai aktivitas positif lainnya dalam menjaga dan merawat lingkungan. Kita adalah generasi yang berdamai dengan alam," tukasnya.
Dikemukakan, ekosistem merupakan tatanan unsur lingkungan hidup yang merupakan satu kesatuan utuh menyeluruh dan saling mempengaruhi dalam membentuk keseimbangan, stabilitas, dan produktivitas lingkungan hidup. Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2021 mengusung Restoration.
Tema tersebut sejalan dengan semangat dan langkah-langkah Indonesia luas lingkungan dan kehutanan yang meliputi: Restorasi dan rehabilitasi hutan dan kawasan, memastikan pengelolaan konservasi dan keanekaragaman san guna mendukung hayati upaya secara mengatasi bencana, sebagai bagian dari upaya dalam pemulihan ekonomi nasional melalui kegiatan karya, penanaman serta rehabilitasi mangrove dan restorasi gambut, restorasi hutan untuk mengatasi krisis lingkungan dan restorasi kelembagaan pengelolaan lingkungan hidup dan kehutanan dalam hap nilai, kebijakan, pendekatan, program, pembiayaan, dan teknis operasional kebutuhan lapangan dan utamanya untuk tujuan menjaga segenap tumpah darah bangsa serta memajukan kesejahteraan umum. Selain untuk mencerdaskan bangsa dan dalam upaya ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan perdamaian dan keadilan.
Ia menyatakan, kegiatan Restorasi Ekosistem pada berbagai kebijakan, operasional dan implementasinya berperan sangat penting dalam penurunan karbon (GRK) maupun peningkatan stok karbon.
Indonesia berkepentingan dalam perubahan iklim karena kondisi geografis, klimatologis, demografis dan sosial rentan dengan berbagai resiko dari kejadian alam berupa banjir, longsor, kekeringan, naiknya muka air laut serta kebakaran hutan, dan lain-lain yang merugikan perekonomian, kesehatan dan kehidupan masyarakat.
Setelah menekankan tentang pentingnya restorasi, acara dilanjutkan penanaman 80 pohon.(boy)

