Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Fakta dari Penemuan Jenazah di Bandara, Jari Kelingking Putus, Ada Bekas Tikaman dan Ditemukan Dompet Wanita Berisi Uang

Polisi sedang mengidentifikasi jasad korban
Polisi sedang mengidentifikasi jasad korbanFoto / MIMIKA
Redaksi2 menit baca0 kali dibaca

Timika, fajarpapua.com - Hingga kini, pihak kepolisian belum mengetahui secara pasti penyebab kematian "Mayat Baju Hitam" yang ditemukan di Gedung Proyek SPBU Jalan Airport Timika.

Meski demikian beberapa fakta yang ditemukan di lokasi kejadian, ada dugaan pria yang diketahui mengalami kesulitan bicara atau biasa warga menyebutnya "mono" tersebut mengalami tindak penganiayaan sebelum ditemukan tewas.

Dari data yang berhasil dihimpun fajarpapua.com di lokasi kejadian, ada sejumlah fakta yang cukup menarik dari petistiwa tersebut.

Pertama, korban yang menurut warga sekitar memiliki marga Mayani atau Kobogau tersebut ditemukan tewas di lokasi yang dijadikan tempat tinggalnya di lokasi pembangunan SPBU yang mangkrak.

Kedua, saat ditemukan beberapa bagian tubuh korban sudah membengkak terutama di bagian perut sehingga ada dugaan yang bersangkutan tewas sudah lebih dari 8 jam.

Ketiga, di lokasi kejadian ditemukan ceceran darah yang sudah mengering terutama di lantai dekat kepala korban saat ditemukan tergeletak.

Keempat, sebanyak dua ruas jari korban yaitu jari kelingking dan jari manis sebelah kiri putus, diduga akibat sabetan benda tajam.

Kelima, ditemukan luka di tengkuk bagian belakang kepala dan di pelipis yang penyebabnya belum diketahui apakah akibat benda tajam atau lainnya.

Keenam, ditemukan patahan gagang pisau berwarna hijau di luar tempat ditemukan jasad korban.

Ketujuh, saat memeriksa sejumlah barang milik korban, petugas menumpukan dua dompet wanita dari dalam karung. Dari salahsatu dompet tersebut, petugas berhasil menemukan uang yang cukup banyak yang terdiri dari pecahan uang 100 ribuan dan 50 ribuan.

Kapolsek Mimika Baru, AKP Dionisius VP Helan saat ditemui di lokasi kejadian menegaskan, terkait penyebab kematian korban belum diketahui.

"Penyebab kematian belum dapat diketahui, nanti baru bisa diketahui setelah ada hasil identifikasi dari Tim INAFIS, termasuk identitasnya juga belum kami dapat," ujarnya.

Namun Kapolsek Dion membenarkan bahwa korban diketahui tuna wisma dan tuna wicara yang menjadikan lokasi tersebut sebagai tempat tinggalnya. (mas)