Merauke, fajarpapua.com – Panitia Besar Pekan Olahraga Nasional (PB PON) Papua belum melimpahkan kewenangan secara tegas kepada SUB PB PON Kluster Kabupaten Merauke. Padahal, perhelatan PON XX Papua tinggal 100 hari lagi, yakni 2-15 Oktober 2021.
Dalam Rapat Koordinasi Pelimpahan Kewenangan Program dan Pergeseran Anggaran Panitia Besar PON XX 2021 kepada SUB PB PON Kabupaten Merauke yang dilaksanakan di Gedung Belafiesta Merauke, 21-22 Juni 2021, belum tercapai kesepakatan terkait kewenangan dan anggaran itu.
“Dari hasil pembahasan kegiatan serah terima tugas, fungsi dan tanggung jawab kewenangan dan penganggaran, masih ada beberapa kewenangan yang secara tegas diberikan kepada SUB PB PON Kluster Merauke.
Sehingga hari ini rapat kita skor supaya PB PON mungkin bisa membahas itu agar bisa melaksanakan rapat berikut dan bisa menerima semua kesepakatan itu bersama,” ungkap Ketua Harian SUB PB PON Kabupaten Merauke, Elianor Dumatubun kepada wartawan usai rapat koordinasi, Rabu (23/6).
Menurut Elianor, beberapa kewenangan yang belum diberikan secara tegas oleh PB PON Papua kepada SUB PB Kluster Merauke seperti di bidang pengelolaan konsumsi dan perekrutan sumber daya manusia (SDM), sehingga hal itu belum ada kesepakatan dan pembahasan lebih lanjut.
“Memang sampai hari ini belum bisa dibahas, karena konsumsi itu sumber dananya dari APBN. Sementara itu, perekrutan SDM juga belum ada kewenangan tegas yang diberikan kepada SUB PB PON, masih direkrut oleh PB PON.
Jadi, memang permintaan kami dari SUB PB pengelolaan konsumsi dan perekrutan SDM sebaiknya dilakukan oleh daerah selaku kluster PON, karena dampak ekonominya bisa dirasakan oleh masyarakat Merauke. Itu harapan dari kami,” ujarnya.
Perihal pengusulan anggaran, kata Elianor, Kluster Merauke mengusulkan ke PB PON sesuai dengan kebutuhan yang ada SUB PB PON. Hal itu juga dipertimbangkan dengan asas pemanfaatan dan rasionalisasi di lapangan.
“Menurut kita tidak masalah terkait berapa jumlah anggaran. Anggaran itu kan rasional sesuai kebutuhan kita. Cuma kewenangan itu, yang nantinya dampak ekonomi juga dirasakan oleh masyarakat. Saya pikir belum ada kesepakatan, itu saja,” kata Elianor.
Besaran anggaran yang bakal dikucurkan oleh PB PON Papua ke Kluster Kabupaten Merauke hingga hari ini belum dapat diketahui pasti berapa nominalnya. Sementara waktu terus berjalan dan perhelatan PON XX/2021 Papua tinggal menghitung hari.
“Kita percaya bahwa PON ini kan Instruksi Presiden harus diselenggarakan. Kita sebagai tuan rumah yang baik pasti kita selesaikan penyelenggaraan PON ini dengan baik. Kita tentu mencari komunikasi yang terbaik supaya PON ini berjalan. Ini kan wajah kita orang Merauke, wajah kita orang Papua. Kita harus dukung dan menyukseskan PON ini. Kalau kesiapan venue sih sudah 90 persen, tinggal kekurangan kecil-kecil. Saya pikir sebelum pelaksanaan PON sudah selesai,” ucapnya.
Terkai relawan PON, lanjutnya, perlu ada koordinasi antara PB PON Papua dan SUB PB PON Kabupaten Merauke untuk menyamakan persepsi. Jumlah sesuai dengan kebutuhan cabang olahraga (cabor) yang ada. “Karena kita kan hanya 6 cabor, jadi jumlah tidak sampai 3.000 orang seperti yang diisukan. Ya, sesuai dengan kebutuhan kita,” tandasnya. (hrs)

