Lewati ke konten utama

Tangkal Terorisme, BNPT Ajak Para Tokoh di Merauke Tebar Toleransi dan Nasionalisme

RedaksiPenulis
03.27 WIT2 menit baca11 dibaca
Silaturahmi Kebangsaan BNPT di Merauke
Silaturahmi Kebangsaan BNPT di MeraukeFoto / Papua
Bagikan berita ini
Aa

Merauke, fajarpapua.com - Pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) secara serius menyusun langkah strategis demi menyelesaikan permasalahan terorisme yang terjadi di Bumi Cendrawasih, Papua.


Langkah strategis tersebut merupakan respon cepat BNPT pasca penetapan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua serta penangkapan sejumlah terduga teroris yang berafiliasi dengan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di Kabupaten Merauke.


Salah satu langkah strategis yang dijalankan BNPT dengan menggelar Silaturahmi Kebangsaan bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh masyarakat dan tokoh agama di Kabupaten Merauke yang dilaksanakan di Swiss-belHotel, Kamis (24/6).


Kepala BNPT, Komjen Pol. Dr. Boy Rafli Amar, M.,H mengatakan silaturahmi kebangsaan merupakan wadah aspirasi perangkat daerah maupun unsur masyarakat lintas etnis dan agama untuk menciptakan Papua yang aman dan sejahtera.

Kepala BNPT Komjen Pol. Dr. Boy Rafli Amar M.H
Kepala BNPT Komjen Pol. Dr. Boy Rafli Amar M.H


"Jalur dialog dan pembangunan kesejahteraan terus digalahkan agar tidak ada lagi korban kekerasan di Tanah Papua," kata jenderal bintang tiga dalam pertemuan silaturahmi itu.


Boy Rafli kembali menegaskan bahwa pendekatan penanggulangan terorisme di Papua memprioritaskan pendekatan soft approach (pendekatan lunak). Melalui pendekatan lunak tersebut, BNPT mengajak peran aktif tokoh adat dan agama dalam menularkan karakter toleran dan nasionalis kepada masyarakat Papua.


"Tokoh agama memegang peran yang sangat penting untuk membimbing dan mengajak masyarakat untuk membentuk tata kelola kehidupan yang baik melalui ajaran agama, begitu juga tokoh adat," ujarnya.


Karakter toleran dan nasionalis ini, kata Boy Rafli, harus diperkuat juga dengan empat pilar konsensus nasional.
“Perlu ada penguatan komitmen kebangsaan bahwa bangsa ini dibangun 4 konsensus nasional yakni NKRI, Pancasila, UUD 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika. Kewajiban kita menjaga empat konsensus ini,” ajak Boy Rafli. (hrs)

Komentar (0)

Komentar disimpan di perangkat Anda untuk pratinjau UI. Integrasi server mengikuti modul komentar yang sudah ada di admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.