Wabup John Rettob : Virus Delta dan Kappa Mewabah di Jawa, AKB Mimika Belum Dicabut, Tegakkan Lagi !!!

by -
Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob S.Sos,MM
Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob S.Sos,MM

Timika, fajarpapua.com – Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob menyatakan hingga kini Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di Kabupaten Mimika belum dicabut. Pasal-pasal yang terkandung dalam AKB mirip yang tertuang dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Skala Mikro.

“Tinggal AKB ditegakkan lagi, semua pasal hampir sama dengan yang tertuang dalam PPKM,” ungkap Wabup JR ketika dikonfirmasi fajarpapua.com, Senin (5/7).

Dikatakan, pembatasan kegiatan masyarakat seperti hajatan hanya dihadiri undangan 50 persen, ASN bekerja sistem shift, keluar daerah wajib antigen, aktivitas hingga pukul 21.00 WIT, serta berbagai pembatasan aktivitas lainnya seperti yang tertuang dalam AKB masih berlaku di Kabupaten Mimika.

“Satgas Covid-19 Mimika bisa tegakkan lagi AKB karena hampir sama dengan PPKM. Apalagi sekarang varian baru mewabah di Jakarta, Mimika perlu waspada. Selama ini aturan sudah ada tapi tidak jalan,” ujarnya.

Menurut dia, covid 19 varian Delta dan Kappa yang penyebarannya sangat cepat dengan resiko lebih berbahaya sudah merambah beberapa wilayah di Jawa.

“Kita berharap jangan sampai ke Papua khususnya Mimika karena virus ini paling berbahaya. Saya minta masyarakat patuhi protokol kesehatan, mencuci tangan, pakai masker dan menjaga jarak, itu sangat penting menekan penularan,” paparnya.

Diakui Wabup JR, penumpang pesawat asal Mimika yang hendak ke Jawa, Bali, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara dan Kalimantan Timur wajib mengantongi surat vaksin dan PCR.

“Jadi saya berharap sekarang kesempatan vaksin dibuka untuk masyarakat luas silahkan ikuti, gunakan kesempatan ini baik-baik. Kedepan kartu vaksin menjadi dokumen wajib dalam bepergian selain PCR,” tukasnya.

Wabup JR juga berpesan kepada tim Satgas Covid-19 agar menjaga pintu masuk Timika baik lewat laut maupun udara.

Sedangkan masyarakat diharapkan menjaga kondisi tubuh, mengikuti program vaksin dan tidak lagi mempercayai hoax.

“Saat vaksin warga harus jujur menyampaikan riwayat penyakitnya supaya jadi pertimbangan tim medis, ini penting untuk efektifitas kerja vaksin yang diberikan,” pungkasnya.(red)

INFO IKLAN 0812-3406-8145 banner 300250