BERITA UTAMAMIMIKA

Mimika Berlakukan Bebas Tes PCR Bagi Pelaku Perjalanan yang Sudah Vaksin ke-2 dan Booster

cropped cnthijau.png
6
×

Mimika Berlakukan Bebas Tes PCR Bagi Pelaku Perjalanan yang Sudah Vaksin ke-2 dan Booster

Share this article
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Ubra
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Ubra

Timika, fajarpapua.com – Pemerintah pusat melalui satuan tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 12 Tahun 2022 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Luar Negeri pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). SE ini berlaku efektif sejak ditandatangani oleh Ketua Satgas Suharyanto pada tanggal 8 Maret 2022.

Hal itu juga berlaku di Kabupaten Mimika bagi para pelaku perjalanan dalam negeri melalui transportasi udara maupun laut.

Klik Gambar Untuk Informasi Selanjutnya
Klik Gambar Untuk Informasi Selanjutnya

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Ubra mengatakan Timika telah melakukan dan mengikuti aturan surat edaran tersebut.

“Surat edaran terkait dengan pelaku perjalanan dalam negeri berarti kita pemerintah daerah juga mengikuti, suratnya pun sudah terbit di KKP Timika juga sudah melakukan itu,” ujar Rey di bilangan Jl. Budi Utomo, Kamis (10/3).

Aturan tersebut berlaku bagi para pelaku perjalanan dalam negeri yang telah menerima suntikan vaksin dosis kedua maupun ke tiga (booster) sehingga tidak perlu lagi swab antigen maupun PCR.

“Dan untuk yang baru terima vaksin dosis pertama tetap menggunakan PCR maupun antigen dengan masa berlaku yang sudah ditetapkan. Sementara untuk anak dibawah usia 6 tahun harus dalam pengawasan orang tua, saya pikir ini menunjukkan relaksasi bagi semua aktivitas masyarakat di Indonesia semua sudah baik,” ungkapnya.

Rey mengatakan pandemi Covid 19 yang terjadi di Timika pada tahun 2022 masih sangat terkendali. Saat pertama ditemukan kasus aktif pada 11 Januari dan terjadi puncaknya di pertengahan bulan Februari dengan kasus mencapai 309 per hari. Namun setelah masuk di bulan Maret kasus tersebut mengalami penurunan hingga 15-20 per hari.

“Ini menunjukkan bahwa sudah semakin baik karena ada vaksinasi yang terus berjalan dan juga masyarakat masih mematuhi protokol kesehatan,” katanya.

Dengan demikian kebijakan tersebut, kata dia, sangat meringankan bagi para pelaku perjalanan, namun masyarakat harus tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Selain itu juga pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan terus memantau kewaspadaan dini terhadap orang yang dicurigai terkonfirmasi ada gejala. (feb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *