Timika, fajarpapua.com - Perwakilan 7 suku di Kabupaten Mimika menyatakan mendukung sepenuhnya Yansen Tinal menduduki jabatan kursi wakil gubernur Papua yang ditinggalkan almarhum Klemen Tinal.
Secara politik selaku Ketua DPD Golkar Papua, Yansen dianggap sosok yang paling tepat menduduki kursi yang ditinggalkan almarhum sang kakak.
Pernyataan dukungan itu disampaikan sejumlah tokoh 7 suku di Kabupaten Mimika diantaranya Atimus Komangal, Yohanes Kibak, Yonas Magal, Atinus Alom, Theo Dekme, Yulius Kum, Eliasar Ohee, serta tokoh Jawa Bersatu Mimika, Hadi Wiyono.
Atimus kepada fajarpapua.com, Rabu (7/7) mengemukakan pernyataan yang dikemukakan tokoh Lemasko, Marianus Maknaipeku, yang mendukung Yansen Tinal sebagai Wakil Gubernur Papua sudah mewakili aspirasi masyarakat 7 suku di Kabupaten Mimika.
"Yansen Tinal ini adik kandung Wagub. Kami menilai pak Yansen sudah memenuhi sarat. Dia ketua komisi A, dia ketua Golkar Papua, jadi pas kalau dia jadi Wakil Gubernur," ungkap Atimus.
Selain itu, partai pengusung pasangan Lukmen pada Pilkada lalu yakni Demokrat dan Golkar. Sementara partai lain hanya pendukung.
"Jadi kalau pak Gubernur Lukas Enembe mewakili Demokrat jelas jatah wakil gubernur untuk Golkar yang tentunya pak Yansen," tukasnya.
Pernyataan serupa dikemukakan Yonas Magal. Dia mengemukakan suara dukungan untuk Yansen Tinal juga berasal dari 29 DPD Partai Golkar kabupaten/kota di Papua.
"Saya minta ini jatah Golkar sebagai partai pengusung, kalau partai pendukung biar tunggu 2024 nanti," ujarnya.
Selain itu menurut Yonas, penunjukkan Yansen sebagai Wakil Gubernur Papua merupakan bentuk penghargaan terhadap jasa almarhum Klemen Tinal.
"Kami keluarga besar sangat berharap pak Gubernur memperhatikan aspirasi kami. Kemarin waktu Pilkada almarhum Klemen yang berjuang mati hidup untuk beliau. Kami minta waktu sisa 2 tahun ini diberikan kepada adiknya, Yansen Tinal. Ini harapan keluarga besar sekaligus harapan partai Golkar," ucapnya.
Sementara tokoh lainnya, Atinus Alom menegaskan, hingga detik ini pihaknya terus mengikuti dinamika yang terjadi di Provinsi Papua.
"Harap teman-teman lain yang niat berambisi ganti posisi pak Wagub tidak usah. Posisi wakil Gubernur jatahnya Golkar dan pak Yansen ketua Golkar Papua, sudah sangat tepat menggantikan almarhum Klemen sebagai Wakil Gubernur. Kami yakni pak Gubernur pasti ingat jasa KT yang mendampingi beliau selama 7 tahun ini. Harap dua tahun tersisa serahkan wakil ke adik almarhum KT, pak Yansen Tinal," paparnya.
Sedangkan Theo Dekme, tokoh lainnya yakin Gubernur Lukas Enembe sudah tahu aspirasi akar rumput.
"Lukmen itu Demokrat dan Golkar yang usung. Sisa 3 tahun lagi kami 100 persen dukung pak Yansen sebagai wakil gubernur," tuturnya.
Tokoh lainnya, Yohanes Kibak menyatakan, yang harus diingat Klemen Tinal mengabdi untuk partai Golkar hingga akhir hayatnya.
"Jadi pilihan yang tepat pak Yansen Tinal sebagai wakil. Ini juga sebagai penghargaan pak Gubernur untuk almarhum wakil yang berjuang dengan partai Golkar sampai akhir hidupnya. Lukmen diusung Demokrat dan Golkar, sangat tepat kalau ketua Golkar Papua yang duduki jabatan wakil Gubernur, apalagi masa tugas sisa dua tahun lagi," bebernya.
Kesempatan yang sama, tokoh Mimika asal Jayapura, Eliasar Ohee menyatakan Klemen Tinal dan Yansen Tinal adalah dua putra asli Mimika. "Kami warga Jayapura di Mimika sangat mendukung pak Yansen Tinal yang gantikan pak Klemen Tinal, beliau sosok yang tepat, sudah mapan secara politik," ujar Ohee.
Sedangkan Hadi Wiyono selaku tokoh masyarakat Jawa di Mimika menyatakan mendukung aspirasi masyarakat 7 suku.
"Apalagi pak Yansen Tinal mirip kakaknya almarhum Klemen Tinal yang sangat menerima kemajemukan, beliau sosok yang dicintai semua kalangan. Kami sangat mendukung beliau jadi Wakil Gubernur," ungkapnya.(red)

