Sssttt…Harga Sekilo Kopi yang Jadi Brand Ambassador PON Papua Rp 200 Ribu, Bayangkan Punya Sehektar ?

by -
Kopi Mulia menjadi brand ambassador PON XX Papua. Anggota Binmas Noken Polri ikut dalam kegiatan petik kopi bersama masyarakat.
Kopi Mulia menjadi brand ambassador PON XX Papua. Anggota Binmas Noken Polri ikut dalam kegiatan petik kopi bersama masyarakat.

Puncak Jaya, fajarpapua.com – Kopi mulia menjadi komoditi ekspor menjanjikan dari Papua. Bayangkan, saat ini harga sekilo kopi di wilayah itu bisa mencapai Rp 200 ribu lho. Bayangkan sih punya sehektar ?

Istimewanya lagi, kopi yang hanya tumbuh di wilayah dataran tinggi Papua itu menjadi brand ambassador kopi Papua pada PON XX mendatang.

Nah, sebagai wujud perhatian nyata Kepolisian Negara Repuplik Indonesia melalui Satgas Binmas Noken Polri kepada masyarakat di Tanah Papua khususnya dimasa pandemi virus corona ini, pada Sabtu akhir pekan kemarin, anggota Satgas ikut melaksanakan kegiatan panen biji kopi bersama pengelola perkebunan wilayah itu.

Kegiatan panen biji Kopi Mulia yang dihadiri Iptu Alaudin Patawary selaku koordinator Binmas Noken Wilayah Puncak Jaya bersama para personel, selain sebagai wujud dukungan moril, sekaligus mengedukasi dan menghimbau kepada para pengelola kebun kopi agar lebih memperhatikan kebersihan lingkungan perkebunan supaya terhindar dari gangguan hama maupun hewan-hewan lainnya.

Saat dikonfirmasi disela-sela kegiatan panen biji kopi, Iptu Alaudin Patawary mengatakan sebagai bentuk dukungan Polri dalam hal ini Binmas Noken terhadap kesejahteraan masyarakat di Tanah Papua khususnya di Kabupaten Puncak Jaya, pihaknya terus melakukan pendampingan maupun perhatian terhadap spot-spot yang ada baik itu spot peternakan, pertanian dan perkebunan.

“Untuk kali ini kami sengaja datang dan melihat langsung serta ikut terlibat dalam pelaksanaan kegiatan panen biji kopi bersama-sama dengan Ibu-ibu pengelola perkebunan Kopi Mulia. Ini semata-mata agar para pengelola kebun kopi lebih bersemangat lagi dalam berkebun guna meningkatkan kesejahteraan mereka,” tutur Iptu Alaudin Patawary.

BACA JUGA:  Pertandingan Perdana PON XX Cabor Softball Resmi Dimulai, Lampung Taklukan Sultra 11-3

Lanjut pria yang juga menjabat sebagai Kasat Binmas Polres Puncak Jaya itu, mengingat perkebunan kopi hanya dapat berkembang di daerah dengan intensitas suhu dingin sehingga perkebunan kopi inilah yang nantinya akan terus dieksplor.

“Untuk harga biji Kopi Mulia ini sangat bervariasi tergantung jenis maupun macam kopinya. Tadi kami diberikan harga Rp.100.000,- perkilogramnya untuk biji kopi yang sudah dipanen sedangkan untuk harga biji kopi yang sudah digiling dibanderol dengan harga Rp.150.000,- hingga Rp.200.000,- perkilonya,” terang Iptu Alaudin.

Sementara itu ditempat yang sama pengelola kebun kopi Ibu Daibena Telenggen dan Dien Kiwo sangat mengapresiasi dan mengucapkan banyak terimakasih kepada personel Satgas Binmas Noken yang telah hadir langsung dan bersama-sama mereka melaksanakan kegiatan panen biji kopi.

“Kami berjanji akan terus mengelola perkebunan kopi ini dengan baik agar kedepannya kesejahteraan warga masyarakat khususnya di Kampung Muliambut ini dapat terus terjaga dan perekonomian kami semakin meningkat ” tutup Ibu Daibena Telenggen.(red)

INFO IKLAN 0812-3406-8145
PESPARAWI XIII 2021 TANAH PAPUA | PAPUA BARAT JUGA IKUT SERTA DALAM PENYELENGGARAAN PESPARAWI XIII