BERITA UTAMAMIMIKA

Dimediasi Wabup Mimika, Kisruh Kepala Sekolah dan Para Guru SDN Inauga Menuju Titik Terang, Harus Kerja Sesuai SK

cropped 895e2990 d422 4061 9705 e533253f1607.jpg
20
×

Dimediasi Wabup Mimika, Kisruh Kepala Sekolah dan Para Guru SDN Inauga Menuju Titik Terang, Harus Kerja Sesuai SK

Share this article
Polisi mengamankan aksi para guru di SDN Inauga, Sempan, Timika.
Polisi mengamankan aksi para guru di SDN Inauga, Sempan, Timika.

Timika, fajarpapua.com – Permasalahan di SDN Inauga Sempan Timika Papua yang berbuntut aksi demonstrasi para guru, akhirnya menuju titik terang penyelesaian.

Klik Gambar Untuk Informasi Selanjutnya
Klik Gambar Untuk Informasi Selanjutnya

Anggota Kepolisian memediasi para guru dan kepala sekolah SDN Inauga Diana Domakubun di Polsek Mimika Baru, Senin (13/9) sekitar pukul 13.00 WIT.

Dalam mediasi itu kedua pihak bersepakat untuk menyelesaikan masalahnya ke instansi terkait, dalam hal ini Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika. Namun para guru yang diwakili Maria Yoke mengatakan sudah pernah dipertemukan dengan Dinas Pendidikan tapi tidak membuahkan hasil.

Selain Dinas Pendidikan, Maria Yoke mengaku pernah dimediasi langsung oleh Sekda Mimika, masalah dinyatakan selesai akan tetapi Maria Yoke dan salah seorang guru lainnya mendapat surat pindah tugas dari Kadis Dinas Pendidikan Mimika.

Diana Domakubun mengatakan setelah dimediasi oleh Sekda dan diberikan surat pindah tugas membuatnya aman, sehingga aktifitas sekolah kembali normal.

“Bahkan Kepala Dinas Pendidikan berulangkali datang kesini, saya anggap masalah ini selesai. Tapi karena yang bersangkutan tidak mau dipindahkan akhirnya dia setiap kali datang dan bikin masalah di sekolah,” katanya.

Berbeda dengan Maria Yoke. Ia menyatakan tidak terima dengan keputusan itu. Maria beranggapan bahwa ini merupakan masalah baru, sehingga Maria melampiaskan emosinya dengan merobek kertas absensi para guru di sekolah itu.

“Saya sudah tidak tahan lagi, dia selalu bikin masalah, saya lampiaskan dengan merobek buku absensinya para guru,” jelasnya.

Diakui Maria Yoke, inti permasalahan muncul karena SK Bupati tentang penugasan Kepsek Diana Domakubun dianggapnya tidak sesuai. Penugasannya bukan di SDN Inauga Sempan, melainkan di Mandiri Jaya. Namun Diana Domakubun juga memiliki dasar berdasarkan SK dari Dinas Pendidikan.

“Jadi waktu rotasi jabatan itu dia bukan di SDN Inauga, jadi yang tugas di SDN Inauga itu Ibu Kornelia Imakuparo, nah Kornelia ini jadi pengawas di Dinas Pendidikan, dari itu Ibu Diana jadi Kepsek di SDN Inauga Sempan,” ujarnya.

Di sisi lain, Diana Domakubun mengatakan para guru menolak keberadaannya sebagai Kepala Sekolah di SDN Inauga, dirinya beranggapan penolakan itu hal yang wajar karena dirinya merupakan orang yang disiplin sehingga para guru tidak ingin kesiplinan itu ditegakkan.

“Mereka buat surat penolakan, mereka tidak mau menerima supaya saya jadi Kepala Sekolah disini, karena mereka sudah dengar jelas bahwa saya ini pemimpin yang disiplin,” bebernya.

Diketahui permasalahan ini sudah berlangsung selama satu tahun hingga saat ini, akan tetapi Maria Yoke saat ditemui fajarpapua.com mengatakan sekitar pukul 15.00 WIT permasalahannya sudah mencapai pucuk penyelesaian.

Dikatakan, Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob mendatangi SDN Inauga Sempan untuk memediasi para guru dan Kepsek, pertemuan itu diadakan secara tertutup.

Wabup Johannes Rettob mengambil keputusan untuk kedua pihak harus jalan sesuai SK Bupati, sehingga semua nota penugasan kembali bekerja sesuai SK tersebut.

“Jadi kami tidak ada kesempatan bicara, sempat beliau bicara kalau selaku pimpinan beliau malu dengan situasi seperti ini, jadi beliau juga bilang mau luruskan dari sekarang, semua bekerja sesuai SK,” pungkas Maria. (rul)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *