Berbagai Masalah Mulai Timbul Dalam Penyelenggaraan PON XX Papua, Dari Atlet Tidak Dijatah Makan, Listrik Padam Hingga Internet Lemot

by -
Jaringan internet di GOR MSC SP 5 lemot.
Jaringan internet di GOR MSC SP 5 lemot.

Penulis : Mustofa
(Redaktur fajarpapua.com)

KONTINGEN Sepaktakraw Riau yang sedang mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua, tidak mendapat jatah makan dari panitia.

Demikian angle berita yang dimuat berberapa media online di Tanah Air yang menggambarkan bahwa masalah mulai muncul di perhelatan olahraga nasional empat tahunan tersebut.

Berita ini tak pelak menjadi pukulan telak bagi Panitia Besar PON XX Papua yang sejak awal menggadang-gadang, seluruh akomodasi, konsumsi dan transportasi peserta free dan tidak ada kendala.

Dalam kasus Kontingen Sepaktakraw Riau, siapapun yang mengalaminya tentu akan “Marah” dan kecewa, bayangkan saja setelah melakukan perjalanan panjang selama 22 jam dari Pekanbaru-Jakarta-Makassar-Jayapura, panitia sepertinya tak peduli lagi.

Bahkan sejak kedatangan tim Riau pada Jumat hingga Sabtu (25/9) siang, mereka tak diberi konsumsi oleh panitia yang pada akhirnya membuat official terpaksa membeli nasi bungkus untuk atlit mereka.

Masalah kosumsi ini memang menjadi salahsatu bidang yang sering bermasalah dalam perhelatan PON Papua yang baru akan dibuka oleh Presiden RI, Joko Widodo pada 2 Oktober 2021 nanti.

Sebelum peristiwa ‘Laparnya’ Kontingen Sepaktakraw Riau, bidang konsumsi juga sempat mendapat sorotan karena menyajikan makanan kotak yang sudah basi di tes iven sepatu roda pada 18 September 2021.

Kemudian pada 24 September 2021, isu makanan basi juga menyeruak saat pertandingan softball yang berlangsung di Lapangan Softball Agus Kafiar Universitas Cenderawasih (Uncen) Kota Jayapura.

Akibat masalah ini Tim Official Softball DKI Jakarta, Donny Kesuma melontarkan kritik pedas yang ditujukan ke PB PON Papua sebagai pihak penyelenggara.

Melalui akun Instagram Donnykesumaofficial, Donny menyebut nasi kotak yang disediakan oleh penyelenggara selalu terlambat dan dalam keadaan basi.

Merebaknya keluhan makanan basi serta keterlambatan penyajian makanan dari para atlet dan official disikapi oleh pengurus Sub PB PON Kota Jayapura bersama Panitia Pengawas dan Pengarah (Panwasrah) di Kota Jayapura, melalui rapat evaluasi.

Panwasrah Sub PB PON Kota Jayapura, Mayjen TNI (Purn) Andrie T.U.S mengatakan Wali Kota Jayapura Benhur Tomi Mano telah mengambil langkah untuk menyelesaikan keluhan ataupun kendala yang dialami.

“Sudah diputuskan dengan pak Wali Kota dan selaku penanggung jawab di Kota Jayapura ini untuk mengambil langkah dan kami sangat mengapresiasi yaitu yang paling penting adalah untuk kepentingan berlangsungnya Iven nasional ini,” jelasnya.

Masalah konsumsi ini sebenarnya juga terjadi di Sub PB PON XX Papua Klaster Mimika meski tidak sefatal dengan apa yang terjadi di Jayapura.

Dari temuan fajarpapua.com, hingga kini masih terdapat belum sinkronnya pengelolaan konsumsi antara bidang yang menangani dengan panitia pelaksana cabang olahraga.

Selain itu, tim peliput dari Bidang Humas dan PPM Sub Mimika yang berasal dari sejumlah media di Timika juga tidak mendapatkan alokasi konsumsi di area venue PON XX Papua.

Alasannya, konsumsi para peliput dari Bidang Humas dan PPM Sub Mimika didrop di Media Centre yang terletak di Grand Mozza Hotel yang notabene lokasinya cukup jauh dari venue pertandingan.

Selain masalah konsumsi, beberapa kendala non tekhnis juga mulai muncul dalam upaya menyukseskan iven olahraga nasional ini yaitu masalah komitmen PT. PLN terkait dengan kualitas kelistrikan selama PON XX Papua yang sejak kedatangan atlit di Klaster Mimika beberapakali mengalami pemadaman.

Padahal sebelumnya, PT. PLN berkomitmen untuk menyukseskan PON XX Papua dengan cara menyiapkan antisipasi gangguan listrik.

Bahkan Direktur Bisnis PLN Regional Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara Syamsul Huda sebelumnya juga menjamin tidak akan ada pemadaman dan kedip listrik selama Iven berlangsung khususnya di Klaster Mimika.

BACA JUGA:  Kapolda Papua Pimpin Syukuran Suksesnya Pengamanan PON XX

Namun janji ini nampaknya mulai diragukan warga Kabupaten Mimika, karena dalam beberapa hari terakhir setidaknya terjadi dua kali pemadaman listrik termasuk pada Rabu (29/9) pukul 23.24 WIT.

Namun syukurnya, untuk mengantisipasi hal ini, PLN sebelumnya telah melakukan pemasangan 6 unit Load Break Switch (LBS) Three Way di 6 lokasi venue PON XX Papua sehingga listrik di lokasi pertanding tetap aman.

Masalah selanjutnya yang juga dinilai mulai muncul terutama bagi kalangan media maupun humas yang bertugas di venue pertandingan yaitu kualitas jaringan data internet yang seringkali down sehingga mengganggu kerja mereka.

Padahal Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate sebelumnya memastikan jaringan telekomunikasi, khususnya internet, saat pesta olahraga PON XX 2021 Papua berjalan lancar.

Bahkan dalam rilisnya, Johny G. Plate menegaskan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama mitra penyelenggara layanan telekomunikasi berkomitmen menyediakan layanan berkualitas dan memadai selama penyelenggaraan PON XX 2021 Papua.

Johnny juga mengungkapkan, telah disiapkan rencana cadangan untuk mengantisipasi gangguan jaringan telekomunikasi yang terjadi di Papua dan Papua Barat, salah satu persiapannya dengan membangun rute fiber optik kabel laut kedalaman 4.000 meter di sebelah utara Kota Jayapura, Papua.

Namun demikian, kondisi ideal yang dijanjikan tersebut saat ini juga mulai diragukan karena kualitas jaringan internet disejumlah venue khususnya di Klaster Mimika sering down.

Padahal untuk meningkatkan layanan internet di venue, PT Telkomsel menyiagakan 4 Compact mobile BTS (Combat) dan berbagai perangkat lainnya.

Empat perangkat Combat tersebut dipasang di bagian indoor Mimika Sport Center, venue wall climbing, gedung baru Bandara Mozez Kilangin dan Asrama Sentra Pendidikan Timika.

Selain itu Telkomsel juga melakukan optimalisasi berupa penambahan perangkat di empat titik site untuk mengantisipasi lonjakan traffic saat pertandingan berlangsung.

Juga disiagakan juga sembilan unit Support Catu Daya (SCD) untuk mengantisipasi adanya pemadaman listrik agar operasional site tidak terganggu.

Namun demikian, upaya dan kerja keras tersebut harus ditingkatkan kembali karena pada Rabu, 29 September kemarin di Mimika Sport Complex (MSC) khususnya di GOR sebagai venue bola basket jaringan internet turun menjadi 3G.

Dengan kualitas jaringan ini, jelas menimbulkan keluhan dari para pewarta yang berada di lokasi pertandingan karena membuat kerja mereka kurang maksimal.

Berbagai kendala yang mulai timbul ini harus menjadi bahan evaluasi bagi seluruh stokeholder penyelenggara PON XX Papua terutama PB PON XX Papua yang berada di empat klaster penyelenggaranya.

Diakui atau tidak, perbaikan memang dibutuhkan bukan hanya di bidang konsumsi tapi juga di bidang lainnya terutama mengenai komunikasi dan koordinasi antar bidang, bagian serta antara panitia pelaksana cabang olahraga.

Sehingga pelaksanaan PON XX Papua dapat berjalan dengan lebih baik dan 4 sukses perhelatan iven olahraga nasional empat tahunan seperti yang diharapkan oleh Gubernur Papua yang juga Ketua PB PON XX Papua, Lukas Enembe dapat terwujud.

Pada akhirnya slogan “Kitong Bisa” harus tetap menjadi acuan semua pihak di Provinsi Papua untuk turut menyukseskan Iven ini sesuai dengan perannya masing-masing.

Yang pada sentuhan akhirnya, sumbangsih seluruh stokeholder dalam menyukseskan PON XX Papua akan menjawab ragu seluruh warga Indonesia dan akan membuat mereka berkata “TERNYATA PAPUA BISA”….***

INFO IKLAN 0812-3406-8145 A valid URL was not provided.