BERITA UTAMAPAPUA

Tidak Puas Tuan Rumah Menang, Ketum Judo Jabar Laporkan Kecurangan Wasit ke IJF

cropped cnthijau.png
9
×

Tidak Puas Tuan Rumah Menang, Ketum Judo Jabar Laporkan Kecurangan Wasit ke IJF

Share this article
Robinhud MC. John
Robinhud MC. John

Timika, fajarpapua.com – Robinhud MC. John selaku Ketua Umum Judo Provinsi Jawa Barat melaporkan wasit ke International Judo Federation (IJF) karena dianggap bermain curang dalam memimpin jalannya pertandingan Cabor Judo pada PON XX Papua Tahun 2021 di Venue Cabor Judo di Graha Eme Neme Yauware-Timika, Rabu (29/9).

Ads

Laporan itu karena pada laga pertandingan putra kelas -55 Kg antara Imam Maulana asal Jabar melawan tuan rumah, Ilham Fadilah sempat terjadi aksi protes dari kontingen Jawa Barat (Jabar) yang merasa tidak puas dengan keputusan wasit memenangkan tuan rumah.

Merasa tidak puas dengan keputusan wasit, usai pertandingan Imam Maulana menduduki arena selama kurang lebih satu jam sebelum pertandingan semi final dimulai.
“Hari ini (Rabu-red) kami dapat tiga emas, satu perak dan dua perunggu. Saya cukup bangga dengan atlet saya sudah menunjukkan kemampuan yang maksimal selama latihan itu, dan itu sudah hasil terbaik untuk mereka,” kata John saat ditemui media di Venue Judo usai pertandingan.


Meskipun anak asuhnya memperoleh tiga emas, satu perak dan dua perunggu, ia tetap merasa kecewa akibat adanya hal-hal non teknis yang terjadi oleh kecurangan wasit.


“Wasit adalah pembina judo, itu yang saya kecewa, mereka bukan untuk pembinaan di tim, mereka kalau curang begitu. Bukan hanya Jabar yang dirugikan, beberapa Pengprov lain juga begitu. Kesannya terlalu memaksakan seseorang untuk menang. Kan bukan kemampuan teknis yang ditunjukkan, sedangkan falsafah kita sportivitas dijunjung tinggi. Itu tidak ada,” sesalnya.
John menyampaikan bahwa pertandingan-pertandingan seharusnya adalah untuk menunjukkan hasil dari pembinaan itu sendiri karena atlet-atlet dari PON akan mewakili ke tingkat intenasional.


”Kalau begini bukan pembinaan, tetapi pembinasaan. Kalau karena teknis kita akan perbaiki tetapi kalau non teknis bagaimana saya menjelaskan,” ungkapnya.
Pengorbanan para atlet itu tidak gampang perlu perjuangan yang luar biasa untuk bisa capai di PON.


“Kalau menang itu adalah kebanggaan yang dia terima, dan kita semua Indonesia, karena nantinya mereka akan menjadi atlet nasional. Tapi kalau kalah karena non teknis apa yang saya jelaskan, sudah latihan menjadi juara tetapi dikalahkan karena kecurangan. Ini harus menjadi catatan,” tandasnya.


Ia memastikan peristiwa ini disampaikan langsung kepada International Judo Federation (IJF).
“Kami sudah memberikan informasi kepada calon Ketua PB yang akan datang dan ini kita rekam. Kami kontak langsung ke IJF, karena PB sendiri belum sah kepemimpinannya karena belum dilantik. Dengan demikian, kami langsung ke IJF. Wasit diberi lisensi oleh IJF kalau tidak benar menjalankan tugas, maka lisesnsinya seharusnya dicabut karena memalukan IJF. Kami masih menunggu tanggapan dari IJF,” pungkasnya (HumasPPM/Elfrida/Antonius Juma)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *