Cerita Wasit Biliar PON XX Papua, Harus Berdiri Berjam-jam Pimpin Pertandingan

by -
Wasit Dadang yang memimpin pertandingan antara Silviana/Fatih (Papua) vs Angeline/Vinda (Jateng) pada nomor 9 Ball Double di GOR Biliar, Kabupaten Mimika, Papua, Rabu (13/10/2021). FOTO: HUMAS PPM/SPEDY PAERENG
Wasit Dadang yang memimpin pertandingan antara Silviana/Fatih (Papua) vs Angeline/Vinda (Jateng) pada nomor 9 Ball Double di GOR Biliar, Kabupaten Mimika, Papua, Rabu (13/10/2021). FOTO: HUMAS PPM/SPEDY PAERENG

Timika, fajarpapua.com – Dalam event olahraga, semua pandangan hanya tertuju pada atlet yang bermain. Tapi ada sosok yang tidak terlepas dari setiap pertandingan yakni wasit, yang setia memimpin pertandingan sejak awal hingga selesai.

Hampir semua cabang olahraga membutuhkan wasit. Tak terkecuali biliar. Pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021, cabor biliar mengerahkan 41 orang wasit nasional dan 13 asisten wasit dari Papua.

Setiap wasit ditugaskan memimpin pertandingan berdasarkan nomor yang dipertandingkan. Ada divisi pool, carom dan snooker.

Para wasit ini memiliki cerita tersendiri saat menjalankan tugas. Salah satunya Awa, wasit asal Jawa Barat yang ditugaskan memimpin pertandingan divisi carom. Salah satu nomor yang tidak begitu familiar, karena hanya memainkan tiga bola.

Awa mengungkapkan, sebagai seorang wasit harus tetap fokus. Mata harus selalu tertuju pada bola yang disodok oleh pemain, karena itu sangat berpengaruh pada poin.

Wasit yang pernah memimpin pertandingan di SEA Games Jakarta-Palembang 2011 ini mengatakan, jadwal pertandingan yang sangat padat. Jadi sebagai wasit harus banyak istirahat agar tidak kelelahan.

Apalagi ditambahkan Kiky, wasit lainnya di nomor snooker, saat pertandingan berlangsung, wasit harus terus berdiri. Tidak seperti pemain yang bisa duduk ketika tidak bermain.

BACA JUGA:  Latihan di "Gedung Berhantu" Berbuah Emas PON Papua

Bukan hanya sejam tapi tidak kurang dari dua jam. Kiky, wasit asal Sumatera Utara ini mengungkapkan, pada PON Papua ini, ia pernah memimpin pertandingan selama 6 jam 40 menit pada nomor six red.

Dalam sehari seorang wasit dijadwalkan memimpin setidaknya 2 pertandingan. Baik Awa maupun Kiky, mengaku selama 10 hari memimpin pertandingan, belum ada satupun protes dari pemain. Dan bagi seorang wasit, minimnya protes menandakan sebuah prestasi, karena pertandingan berjalan lancar.

Para wasit biliar yang digunakan selama PON adalah mereka yang memiliki lisensi. Kiky, merasa bangga bisa dipanggil oleh POBSI untuk terlibat langsung, dan ini PON yang ketiga kali dia menjadi wasit.

Ia mengatakan, menjadi seorang wasit membuat dia bisa menginjakkan kaki di berbagai daerah di Indonesia termasuk Mimika, Papua. Bisa bertemu dengan wasit lain yang merupakan kawan lama. Yang tidak kalah penting, wasit menjadj salah satu profesi yang memberi penghasilan.

Semua biaya wasit ditanggung mulai dari rumah hingga kembali lagi setelah pertandingan usai. Selama berada di Mimika, para wasit mengapresiasi pelayanan dari panitia mulai dari akomodasi, konsumsi dan transportasi. (Humas PPM/Selviani/Sianturi

INFO IKLAN 0812-3406-8145 A valid URL was not provided.