Terobos Hujan, Panpel Pesparawi XIII Kembali Pasang Umbul-umbul yang Sengaja Dirusak Oknum Tertentu di Jalur SP 2

by -
Panitia sedang memasang kembali umbul-umbul yang sengaja dirusak.
Panitia sedang memasang kembali umbul-umbul yang sengaja dirusak.

Timika,fajarpapua.com-Umbul – umbul Pesparawi yang selama ini menghiasi seluruh jalan utama di Kota Timika kembali dirusak orang tak dikenal.

Aksi pengerusakan ini terkesan bukan karena tiupan angin kencang bukan pula perbuatan hewan, melainkan tangan-tangan jahil manusia.

banner 300250

Pasalnya, jika dilihat dari bentuk tiang bambu yang rusak mengalami patah di bagian ujung maupun hancur di setiap ruas. Selain itu letak tiang yang terpancang dan jatuh memiliki pola yang sama.

“Ini tidak mungkin perbuatan hewan sebab lihat saja model bambu yang rusak ini hancur dan selang-seling jatuhnya,” papar Hasim, salahsatu warga yang tinggal di bilangan jalan Cenderawasih, Rabu (27/10).

Dari pantauan fajarpapua.com di sepanjang jalan mulai dari bundaran SP 2 sampai depan Keuskupan Timika banyak batang bambu yang sudah jatuh.

Linda salah satu pemilik kios di Jalan Cenderawasih juga mengungkapkan logika berpikirnya terhadap hal ini.

“Kalau kita pikir-pikir masa angin kencang tiup itu tidak semua jatuh tapi bendera jatuh selang seling. Ini tidak masuk logika,” selorohnya.

Apalagi menurut Linda tidak mungkin umbul-umbul dirusak oleh hewan yang lewat seperti anjing maupun kucing. Sebab menurut wanita paruh baya itu, median jalan bukan menjadi tempat favorit anjing untuk bermain. “Anjing tidak bermain di median jalan tapi di pinggiran trotoar jalan,” imbuhnya.

Sementara pantauan fajarpapua.com tadi malam, panitia Pesparawi beserta belasan petugas dan relawan dengan mengendarai 1 unit mobil pickup bahu-membahu memasang kembali tiang umbul-umbul baru di sepanjang jalan Cenderawasih.

Ety salahsatu anggota tim pemasang umbul-umbul mengatakan, dirinya dan team tetap bersemangat memasang kembali tiang umbul-umbul dan kegiatan ini dilakukan hampir setiap malam meskipun kehujanan.

“Banyak yang sudah jatuh dan dirusak tapi kami akan terus pasang kembali,” kata dia.

Tim kecil pemasang umbul-umbul itu rela bekerja sampai larut malam meski berteman dengan hujan.

Seperti dilansir fajarpapua.com belum lama ini, Ketua Umum Pesparawi XIII seTanah Papua, Johannes Rettob meminta kepada semua pihak agar menghormati pelaksanaan dua agenda kerohanian besar di Timika.

Salahsatu bukti toleransi yakni dengan menjaga atribut berupa umbul-umbul yang ditempatkan di wilayah publik.

“Mohon dengan sangat kalau ada baliho yang jatuh atau umbul-umbul rusak kita perbaiki,” pintanya. (cco)

INFO IKLAN 0812-3406-8145 A valid URL was not provided.