Timika, fajarpapua.com - Ada kejadian menggelikan yang terjadi di Atuka, Jumat (21/1). Disela-sela kunjungan mengantar bantuan sembako dan bahan bangunan untuk korban bencana banjir, Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob menyempatkan diri membaur bersama bocah-bocah SD yang sedang mengikuti pendidikan luar sekolah yang dipelopori komunitas PIJAR.
Kehadiran orang nomor dua di Kabupaten Mimika itu membuat 250 anak SD yang diketahui kebanyakan siswa SD Inpres Atuka, riuh redah.
Satu persatu siswa ditanyai seputar warna, beberapa bisa menjawab dengan benar, banyak juga yang hanya menggeleng kepala atau diam.
Penasaran, Wabup JR yang juga anak pesisir kelahiran Ipaya itu coba menanyai gambar baju yang dibawahnya tertulis KAOS. "Coba baca ini, ini huruf apa? (sambil menunjuk huruf K) dijawab seorang siswa 'O' lalu ketika ditanya huruf S dijawab U. "Lalu kalau tulisan ini dibaca?" BAJUUU jawab siswa tersebut.
Bukan hanya satu orang, hampir sepuluh siswa yang ditanyai satu persatu tidak bisa dijawab. Hanya seorang siswa yang bisa mengeja dengan benar.
Wabup JR kepada awak media mengemukakan, kondisi ini menggambarkan wajah pendidikan Mimika yang memalukan.
"Ini realita yang kita hadapi. Dunia pendidikan kita memalukan. Kelas III SD belum tahu huruf, bagaimana kita berharap generasi ini menjadi generasi emas Mimika kalau kondisi mereka begini?" paparnya.
Ia menyatakan, persoalan utama yang dihadapi seperti kekurangan tenaga guru. Padahal di sisi lain banyak sekolah di Timika yang kelebihan guru ASN.
"Apa yang kita banggakan dengan pencapaian pendidikan seperti ini? Padahal kita semua tahu alokasi dana pendidikan sangat besar tapi hasilnya murid-murid tidak tahu membaca," tandasnya.
Wabup JR menyampaikan terima kasih kepada komunitas PIJAR yang diketuai Aiptu Lalu Hiskam yang masih setia membantu pemerintah mengentaskan masalah buta huruf.
"Saya sudah diskusi dengan Kadistrik Mimika Tengah metode pendidikan anak-anak ini harus dirubah. Ada kesan saya pendidikan di pesisir tidak maksimal, kita masih kekurangan guru. Atas nama pemerintah kami menyampaikan terima kasih kepada PIJAR yang sudah setia secara sukarela mendidik anak-anak ini," tukasnya.
Di tempat yang sama, Kadistrik Mimika Tengah Semuel Yogi SH,MH menyampaikan terima kasih untuk komunitas PIJAR yang selalu mendampingi anak-anak Mikteng.
"Kami usulkan ke dinas pendidikan tolong tambah tenaga guru, di sini sangat kurang," ujarnya.(ana)

