BERITA UTAMAPAPUA

12 Balita Asal Papua Diberangkatkan ke Surabaya, Saksi : di Pesawat Mereka Menangis – menangis

cropped 895e2990 d422 4061 9705 e533253f1607.jpg
4
×

12 Balita Asal Papua Diberangkatkan ke Surabaya, Saksi : di Pesawat Mereka Menangis – menangis

Share this article
Bupati Nabire, Mesak Magai, S.Sos,M.Si
Bupati Nabire, Mesak Magai, S.Sos,M.Si

Timika, fajarpapua.com – Sebanyak 12 balita usia berkisar antara 2 sampai 4 tahun dilaporkan diterbangkan ke Surabaya, Minggu (27/2). Belum diketahui motif keberangkatan para bocah tersebut, namun belakangan diketahui jika anak balita tersebut berasal dari Nabire, berangkat via Timika transit Makassar.

CK, sumber fajarpapua.com yang ikut dalam penerbangan tersebut, Kamis (3/3) mengatakan selama penerbangan para balita tersebut selalu menangis.

Ads

“Kami sama-sama terbang dari Timika pakai Batik, anak-anak itu masih menangis-menangis, saya balik kasihan,” ujar CK.

Lantas mengapa bara balita tersebut bisa masuk pesawat? Menurutnya mereka masuk pada saat boarding.

“Mereka masih di Airport Makassar menunggu ke Surabaya, saya sudah boarding ke Jakarta,” paparnya.

Keberangkatan 12 balita tersebut saat ini menjadi heboh lantaran Bupati Kabupaten Nabire Mesak Magai, S.Sos, M.Si geram dan memerintahkan pihak-pihak tekait, termasuk orangtua mereka yang memberangkatkan belasan bocah asli dari Nabire menuju Surabaya, Jawa Timur melalui Bandara Internasional Mozez Kilangin Timika, Kabupaten Mimika dan Bandara Internasional Hasanuddin Makassar agar segera melapor dirinya selaku kepala daerah.

Dalam rilis media online Odiyaiwuu.com, Bupati Nabire meminta pihak-pihak yang terlibat memberangkatkan anak-anak usia 2-4 tahun itu segera menjelaskan apa tujuan dan motif di balik itu mengingat anak-anak asli Papua itu masih di bawah umur.

“Ada sekelompok anak-anak kecil umur 2 sampai 4 tahun dibawa orang dari Distrik Nabire pada Minggu (27/2) menuju Timika dan transit di Bandara Hassanuddin Makassar dan melanjutkan penerbangan Surabaya, Jawa Timur. Saya minta pihak-pihak yang memberangkatkan anak-anak kecil segera memberikan klarifikasi keberangkatan anak-anak itu, termasuk orangtuanya. Klarifikasi itu penting demi menjaga keselamatan anak-anak dan mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” tegas Bupati Nabire Mesak Magai, Kamis (3/3).

Bupati yang juga Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Provinsi Papua itu meminta agar para orang tua anak-anak asli Papua segera melapor kepada dirinya. Karena anak-anak yang diberangkatkan ini masih jauh di bawah umur. Usia mereka berkisar antara 2 hingga 4 tahun. Ia juga menegaskan, bila anak-anak itu diberangkan pihak-pihak tertentu tanpa sepengetahuan orang tua kandung, terjadi sesuatu yang tidak diinginkan saat mereka menempuh rute perjalanan jauh bahkan saat mereka di Surabaya.

“Saya tidak tahu siapa yang bawa anak-anak yang masih di bawah umur itu dari Nabire. Sementara orang tuanya apakah tahu atau tidak, itu yang perlu saya klarifikasi keberangaktan anak-anak itu. Tujuan keberangkatan itu juga tidak jelas dan itu yang saya mau mereka klarifikasi supaya jelas. Anak-anak itu berangkat ke mana dan untuk kepentingan apa,” tegas Mesak Magai.

Mesak mengancam pihak-pihak yang memberangkatkan anak-anak di bawah umur orang asli Papua itu, termasuk orangtua mereka segera memberikan klarifikasi kepada dirinya selaku Bupati Nabire. Bila tidak ada tanggapan, pihaknya akan mengambil langkah tegas mengembalikan anak-anak itu secara paksa dari Surabaya menuju Nabire. Pihaknya juga tak akan segan-segan mengambil langkah tegas memproses pihak-pihak yang terlibat dalam proses pemberangkatan anak-anak tersebut.

“Pemerintah daerah dalam hal ini berkeinginan agar jangan sampai anak-anak yang masih sangat di bawah umur ini akan terjadi apa-apa di tempat tujuan. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Nabire berkewajiban mencari tahu apa maksud dan tujuan memberangkatkan anak-anak itu ke luar daerah. Apalagi, anak-anak itu masih di bawah umur,” ujarnya. (ana)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *