BERITA UTAMAMIMIKA

Mirisnya Pendidikan di Mimika, Banyak Anak SD Tidak Tahu Baca di Mimika Timur, Kadistrik: Perlu Peran Orang Tua

cropped cnthijau.png
19
×

Mirisnya Pendidikan di Mimika, Banyak Anak SD Tidak Tahu Baca di Mimika Timur, Kadistrik: Perlu Peran Orang Tua

Share this article
Kadistrik Miktim, Yulianus Pinimet
Kadistrik Miktim, Yulianus Pinimet

Timika, fajarpapua.com – Alokasi anggaran yang besar untuk sektor pendidikan di Kabupaten Mimika nampaknya tidak berbanding lurus dengan kualitas pendidikan di daerah ini.

Setelah sebelumnya ditemukan banyak murid bahkan hingga duduk dibangku kelas 5 sekolah dasar (SD) di Distrik Amar yang belum bisa membaca.

Klik Gambar Untuk Informasi Selanjutnya
Klik Gambar Untuk Informasi Selanjutnya

Ternyata, hal serupa juga ditemukan di Distrik Mimika Timur yang hanya berjarak sekira 25 hingga 30 kilometer dari Kota Timika.

Kondisi ini seperti diungkapkan Kepala Distrik Mimika Timur, Yulianus Pinimet yang mengatakan di wilayahnya masih banyak siswa SD yang tidak tahu baca.

“Pemerintah sudah beri fasilitas, sudah adakan guru tapi kebanyakan orang tua hanya bergantung pendidikan hanya dari sekolah,” ujar Yulianus, Selasa (8/3) saat ditemui fajarpapua.com di Kantor Distrik Mimika Timur.

Menurutnya, kurangnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya pendidikan menjadi faktor utama rendahnya kualitas pendidikan di wilayahnya.

Akibatnya banyak orang tua murid yang tidak memperhatikan anak-anaknya dan menyerahkan sepenuhnya pendidikan anaknya ke sekolah.

“Saya sering sampaikan bahwa orang tua juga harus berperan dalam mendidik anak-anak. Ingat sekolah, pendidikan agama dan kesehatan itu harus berkembang di masyarakat, karena hal itu yang akan mengangkat derajat generasi dan daerah ini,” katanya.

“Orang tua harus perhatian perkembangan pendidikan anak, guru disini ini cari anak yang mau sekolah, dia datangi ke rumahnya tapi ada yang tidak mau sekolah, orang tuanya malah ajak ke lahan,” tambahnya.

Banyak terjadi kasus pendidikan dari sekolah dasar hingga atas orang tua tidak memperhatikan, akibatnya anak-anaknya yang sudah remaja banyak melakukan perbuatan yang negatif.

“Mabuk-mabukan sampai ke tengah jalan hingga akhirnya ditabrak kendaraan, banyak yang terjadi disitu, jadi orang tua pada intinya harus betul awasi anaknya,” tandasnya. (feb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *