BERITA UTAMAPAPUA

Sejumlah Daerah Gelar Aksi Tolak Otsus dan DOB, Kabid Humas: Situasi Kamtibmas di Papua Aman dan Kondusif

cropped 895e2990 d422 4061 9705 e533253f1607.jpg
5
×

Sejumlah Daerah Gelar Aksi Tolak Otsus dan DOB, Kabid Humas: Situasi Kamtibmas di Papua Aman dan Kondusif

Share this article
Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes (Pol) Ahmad Musthofa Kamal
Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes (Pol) Ahmad Musthofa Kamal

Jayapura, fajarpapua.com – Sejumlah wilayah di Provinsi Papua seperti Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura serta Kabupaten Mimika dan beberapa wilayah lainnya pada Jumat (3/6) dilanda aksi demonstrasi terkait penolakan terhadap pelaksanaan Otsus Jilid II dan pembentukan daerah otonom baru (DOB).

Meski demikian, pihak keamanan baik Polri maupun TNI berhasil mereduksi aksi massa serta menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah mereka masing-masing.

Klik Gambar Untuk Informasi Selanjutnya
Klik Gambar Untuk Informasi Selanjutnya

Hal ini diungkapkan Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes (Pol) Ahmad Musthofa Kamal kepada awak media saat menyampaikan perkembangan aksi unjuk rasa yang berlangsung disejumlah daerah di Papua.

“Sampai saat ini situasi di Provinsi Papua aman dan kondusif. Meski dibeberapa wilayah di Papua menggelar aksi unjuk rasa,” kata Kabid Humas Polda Papua saat dimintai keterangan, Jumat, (3/6).

Kamal mengungkapkan, sejumlah daerah di Provinsi Papua memang digelar aksi unjuk rasa penolakan DOB yang dilakukan oleh pihak yang mengatasnamakan Petisi Rakyat Papua (PRP), KNPB Baliem di Kabupaten Jayawijaya dan Fopera di Kabupaten Paniai.

“Dari 29 Kabupaten dan 1 Kota di Papua unjuk rasa dilakukan dibeberapa daerah saja seperti Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Jayawijaya, Kabupaten Nabire, Kabupaten Mimika dan Kabupaten Paniai,” kata Kamal.

Kamal menjelaskan, untuk di Kota Jayapura jumlah massa kurang lebih 700 orang yang tersebar di tiga titik kumpul diantara, lingkaran Abe, Expo Wamena dan Perumnas III Waena.

Sementara di Kabupaten Jayawijaya massa yang mengikuti aksi kurang lebih 500 orang dengan titik kumpul di Area Pertigaan Sinakma Wamena, Area Wouma jalan Ahmad Yani Wamena, dan Area pertigaan Hom Hom- Pikei Wamena aarea SD Percobaan Potikelek-Pattimura Wamena dan Area DPRD Wamena.

Sementara untuk di Kabupaten Mimika massa berjumlah kurang lebih 100 orang dengan titik kumpul Kantor DPRD, Kantor Pemda, Lapangan Timika Indah, Pertigaan Keuskupan dan Bundaran SP2 – SP5.

Sedangkan di Kabupaten Paniai jumlah massa kurang lebih 200 orang dengan titik kumpul di Lapangan Karel Gobay.

Selanjutnya di Kabupaten Jayapura jumlah massa kurang lebih 30 orang dengan titik kumpul di Pos 7 Sentani dan terakhir di Kabupaten Nabire jumlah massa sekitar 22 orang dengan titik kumpul di taman gisi Nabire.

Kamal menambahkan, para pejabat Utama Polda Papua yang dipimpin Karo Ops Polda Papua Kombes (Pol) I Ketut Gede Wijatmika, langsung turun ke lapangan untuk memantau situasi di Kota Jayapura.

“Hal ini untuk memastikan situasi Kamtibmas khususnya di Kota Jayapura aman dan kondusif,” terang Kombes Kamal.

Kamal menyebut untuk menjamin Kamtibmas, Polda Papua dan Polresta Kota Jayapura juga telah melakukan patroli dan penyekatan serta razia di beberapa titik untuk mengantisipasi berkumpulnya massa yang lebih banyak.

Selain itu Polres jajaran juga menyiapkan personel gabungan untuk mengatisipasi aksi demo di wilayahnya masing-masing.

“Untuk situasi secara keseluruhan di Provinsi Papua sampai saat ini relatif aman dan kondusif, personel gabungan masih melakukan pengamanan di titik-titik kumpul massa. Di beberapa daerah massa telah membubarkan diri dengan aman,” ungkapnya.

Lebih lanjut Kamal menegaskan bahwa beredarnya video, foto dan narasi yang mengatakan adanya bentrokan antara aparat keamanan TNI dan Polri dengan massa di lapangan itu tidak benar.

“Mari kita cermati berita atau informasi yang beredar di media sosial dan jangan menjadi penyebar berita yang belum tentu benar atau hoaks,” tegasnya.

Kabid Humas mengatakan di Kota Jayapura memang sempat terjadi pembubaran paksa oleh Polresta Jayapura Kota.

Hal ini terjadi karena sejak awal Kapolresta Jayapura Kota dengan tegas juga melarang para pendemo untuk melakukan long march dan kepolisian menyiapkan transportasi untuk massa kembali ke rumah masing-masing namun massa tidak terima.

“Kapolresta Jayapura Kota sudah melakukan mediasi dengan massa untuk tidak melakukan long march dan membantu menyiapkan transportasi namun massa tidak terima sehingga aparat keamanan membubarkan massa. Saat ini massa sudah membubarkan diri” kata Kamal.

Aktivitas masyarakat di Provinsi Papua khususnya di Jayapura dan sekitarnya berlangsung aman normal, kata Kamal seraya berharap masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab dengan menyebarkan berita yang belum tentu benar atau hoax.(hsb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *