BERITA UTAMAMIMIKA

Kepala Disperindag: Timika Punya 7 Pengusaha Ekspor, Tapi Hanya Dua yang Kantongi SKA

cropped cnthijau.png
9
×

Kepala Disperindag: Timika Punya 7 Pengusaha Ekspor, Tapi Hanya Dua yang Kantongi SKA

Share this article
Ekspor perdana karaka dari Timika menuju Provinsi Sanghai Cina.
Ekspor perdana karaka dari Timika menuju Provinsi Sanghai Cina.

Timika, fajarpapua.com – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Kabupaten Mimika, Petrus Pali amba mengemukakan, ada 7 pengusaha ekspor di Timika namun hanya dua yang mengantongi Surat Keterangan Asal (SKA).

“Sekarang SKA bisa urus di Disperindag Mimika, kan dulu harus urus di pusat jadi sekarang regulasi lebih mudah,” ungkap Petrus Senin (13/6) saat acara pelepasan ekspor perdana karaka (kepiting) Mimika menuju Provinsi Sanghai Cina.

ads

Dikemukakan, dua perusahaan yang mengantongi SKA adalah Putri Desi dan PT Bartuh Langgeng Abadi.

“Kami sangat mendukung apa yang dilakukan Putri Desi, kegiatan ini jelas mendorong produk lokal Mimika untuk diperkenalkan diluar negeri,” paparnya.

Menurut dia, dulu SKA dikeluarkan pusat akibatnya meski hasil lokal Mimika namun diluar negeri membawa nama Jakarta.

“Sekarang kami keluarkan SKA sebagai bagian dari promosi bahwa karaka ini benar-benar produk dari Mimika,” ujarnya.

Peresmian ekspor perdana karaka dilakukan di Gudang Cargo Bandara Mozes Kilangin Timika oleh Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob, yang dihadiri Kepala Disperindag, UPBU, pihak Garuda Indonesia, serta Hartati (Putri Desi).

“Kita bangga kita bisa lakukan kegiatan ekspor perdana ke Sanghai. Kita sudah kirim ke Malayasia dan Singapura, kali ini ke Sanghai, luar biasa. Dengan meningkatkan permintaan luar diharapkan membantu meningkatkan ekonomi masyarakat lokal, terutama nelayan pesisir Mimika,” ungkap Wabup John Rettob dalam sambutannya.

Menurut dia, saat pandemi covid-19 ekspor karaka keluar negeri agak menurun karena volume penerbangan turun.

“Sekarang terbuka kembali. Hari ini jam setengah 12 siang berangkat dengan garuda, tiba besok jam 7 pagi di Sanghai Cina,” tukasnya.

Dia berharap jika Putri Desi pada pengiriman perdana hanya 10 box atau 320 kilogram, pengiriman berikutnya bisa meningkat.

“Karena pesawat Garuda 1 minggu sekali ke Sanghai jadi ini seminggu sekali dikirim. Mudah-mudahan Garuda bisa tingkatkan frekuensi. Terima kasih untuk Bea Cukai yang sudah membantu pengusaha supaya ini berjalan. Kami harap Bea Cukai tetap bantu kita dalam ekspor dan import. Hari ini kepiting, mungkin besok perikanan, perkebunan, dan lain-lain,” paparnya.(isa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *